Informasi Razia Diduga Bocor, Ratusan Dompeng PETI di Cerenti Kabur ke Arah Baturijal dan Peranap

Foto saat ratusan Rakit Peti melarikan diri ke Arah iNHu sehari seblum Razia gabungan

Kuansing||ISBCenter.com – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan rakit dompeng di wilayah Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), tiba-tiba berkurang drastis pada Jumat (2/6/2026). Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan beredarnya informasi akan adanya razia gabungan yang dikabarkan dilakukan oleh aparat penegak hukum.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat setempat, sejak pagi hari ratusan rakit dompeng yang biasa beroperasi di sepanjang aliran Sungai Kuantan, terutama di wilayah Desa Sikakak dan Desa Pulau Jambu, terlihat bergerak meninggalkan lokasi menuju Kecamatan Peranap dan Baturijal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Bacaan Lainnya

Warga mencurigai pelaku PETI telah terlebih dahulu mengetahui rencana operasi penertiban sehingga memilih mengamankan peralatan dan pindah ke wilayah lain sebelum aparat tiba di lokasi.

Salah seorang warga Desa Pulau Jambu, berinisial L (38), mengaku melihat langsung banyak rakit dompeng meninggalkan wilayah Cerenti sejak pagi.

“Bang, dengar info ada razia gabungan di Cerenti pagi ini. Banyak yang kabur ke arah Baturijal dan Peranap. Yang dari wilayah Cerenti, terutama Desa Sikakak dan Pulau Jambu, ramai-ramai pergi tadi pagi,” ungkapnya.

Menurut keterangan warga lainnya, perpindahan rakit dompeng berlangsung cukup masif. Bahkan, beberapa titik yang biasanya dipenuhi aktivitas penambangan terlihat sekilas hanya dalam waktu singkat.

Fenomena tersebut menimbulkan dugaan di tengah masyarakat bahwa informasi mengenai operasi penertiban telah diketahui lebih dahulu oleh para pelaku. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari aparat terkait dugaan tersebut.

Seorang warga Desa Sikakak yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan keluarga mengaku heran karena kabar mengenai rencana razia sudah tersebar luas sehari sebelum pelaksanaan.

“Sehari sebelum razia, informasinya sudah beredar Bang. Bagaimana mau kehancuran kalau sudah tahu lebih dulu. Yang jadi pertanyaan, dari mana informasi itu berasal? Apakah mungkin hanya dari warga biasa?” katanya.

Warga tersebut juga menilai efektivitas penindakan terhadap aktivitas PETI yang selama ini berlangsung di wilayah Cerenti. Menurutnya, aktivitas penambangan ilegal tersebut telah berlangsung cukup lama dan dilakukan dalam jumlah besar.

“Tidak mungkin tidak diketahui. Ini bukan satu atau dua dompeng, tetapi jumlahnya sampai ratusan yang bekerja hampir setiap hari. Kadang-kadang setelah viral di media sosial baru ada penindakan. Itupun menurut pengamatan masyarakat hanya sebagian kecil yang ditindak, sementara aktivitas lainnya masih terus berlangsung,” katanya.

Aktivitas PETI di wilayah Cerenti sendiri selama ini menjadi perhatian masyarakat karena dinilai menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Selain menyebabkan kerusakan ekosistem sungai, aktivitas tersebut juga dituding mempercepat abrasi bantaran sungai, menurunkan kualitas udara, serta berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat yang bergantung pada Sungai Kuantan.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum tidak hanya melakukan operasi pada saat itu juga, tetapi juga meningkatkan pengawasan secara berkelanjutan agar aktivitas PETI tidak kembali beroperasi setelah razia selesai dilakukan.

Selain itu, warga meminta agar jika memang terdapat indikasi kebocoran informasi operasi, hal tersebut dapat ditelusuri secara transparan sehingga upaya penegakan hukum terhadap aktivitas PETI dapat berjalan lebih efektif dan memberikan efek jera bagi para pelaku..(*ped)

Pos terkait