Jaga Sawit Berkelanjutan, Pemkab Mukomuko Gandeng Peneliti Belanda dan UGM

Jaga Sawit Berkelanjutan, Pemkab Mukomuko Gandeng Peneliti Belanda dan UGM

Mukomuko||ISBCenter.com – Sebagai daerah dengan tulang punggung ekonomi kelapa sawit, Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Bapperida menggandeng perguruan tinggi dalam dan luar negeri untuk riset sawit berkelanjutan. Kolaborasi ini melibatkan Wageningen University and Research Belanda, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan Lembaga Arcrenosia Teknologi Indonesia.

Kabupaten Mukomuko memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, terutama pada sektor perkebunan kelapa sawit dan pertanian padi.

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Mukomuko, luas perkebunan kelapa sawit di daerah ini mencapai lebih dari 200 ribu hektare, dengan total produksi berkisar 2 juta hingga 2,5 juta ton per tahun.

Tak heran jika roda pergerakan perekonomian masyarakat Kabupaten Mukomuko sangat bergantung pada kelapa sawit sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Melihat begitu besarnya potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mukomuko memandang penting untuk menjaga keberlanjutan sektor ini mulai dari hulu hingga hilir, guna menjaga kualitas dan produktivitas hasil.

Menyikapi hal itu, Pemkab Mukomuko melalui Bapperida berkolaborasi dengan tim riset yang dipimpin Rosa De Vos, Ph.D dari Wageningen University and Research (WUR) Belanda, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan Yanda dari Lembaga Arcrenosia Teknologi Indonesia untuk melakukan riset dan kajian kelapa sawit berkelanjutan.

Riset tersebut akan mencakup berbagai aspek, mulai dari menjaga kesuburan tanah, pemilihan bibit unggul, hingga teknik pemupukan dan perawatan yang ramah lingkungan.

Hal ini diungkapkan Kepala Bapperida Kabupaten Mukomuko, Singgih Pramono di ruang kerjanya.

“Masyarakat Kabupaten Mukomuko mayoritas menggantungkan hidupnya dari sektor perkebunan kelapa sawit sebagai basis tulang punggung perekonomian daerah. Kita memandang penting untuk kemudian menjaga kualitas dan peningkatan produktivitas sektor ini melalui kajian-kajian ilmiah dan riset,” ujar Singgih.

Ia menambahkan, Pemkab Mukomuko sangat mengapresiasi kehadiran mitra global tersebut.

“Alhamdulillah beberapa mitra global berkenan melakukan riset secara mandiri dan daerah hanya mendapat manfaat dari hasil riset. Hasil riset ini akan dijadikan landasan bagi pemerintah dalam merumuskan program teknis ke depannya melalui Dinas Pertanian,” pungkas Singgih.

Sementara itu, Rosa De Vos melalui Yanda dari Arcrenosia mengungkapkan bahwa timnya akan melakukan riset di beberapa wilayah di Kabupaten Mukomuko selama beberapa bulan ke depan.

“Kami sangat senang bisa membantu masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Mukomuko. Kita berharap ekosistem kolaborasi seperti ini dapat terus terjaga sehingga Mukomuko maju dan berkelanjutan dapat terwujud,” ungkapnya.

Kolaborasi riset ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan perkebunan sawit yang tidak hanya produktif secara ekonomi, namun juga berkelanjutan secara ekologi dan sosial bagi masyarakat Mukomuko..(Zul)

Pos terkait