Kuansing||ISBCenter.com – Kondisi tebing amblas di Desa Muara Tombang, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, semakin memprihatinkan. Dalam beberapa pekan terakhir, abrasi di bantaran Sungai Kuantan kembali terjadi akibat meningkatnya debit air sungai, sehingga menyebabkan longsor semakin meluas hingga memakan badan jalan.
Berdasarkan pantauan warga, longsor terbaru diperkirakan mencapai sekitar 20 meter dan kini sudah mendekati badan jalan utama yang menghubungkan Desa Tanjung dengan Desa Muara Tombang. Jika tidak segera ditangani, masyarakat khawatir akses transportasi warga akan terputus total.
Salah seorang warga setempat, Rian, mengatakan kondisi tebing yang terus amblas membuat masyarakat resah, terutama bagi warga yang setiap hari melintasi jalan tersebut untuk beraktivitas.
“Semakin parah. Kalau dibiarkan terus, jalan penghubung Desa Tanjung menuju Desa Muara Tombang bisa putus. Sekarang saja longsornya sudah makan badan jalan,” ujar Rian kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, abrasi di lokasi tersebut bukan baru terjadi kali ini. Bahkan, kerusakan tebing sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya penanganan permanen dari pemerintah daerah.
“Amblas ini sudah lama, sudah tahunan. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Seolah-olah dibiarkan begitu saja,” katanya kesal.
Ia menilai pemerintah daerah selama ini hanya sebatas melakukan peninjauan lapangan tanpa realisasi pekerjaan yang jelas. Padahal, kondisi jalan tersebut sangat penting bagi masyarakat karena menjadi akses utama menuju pusat aktivitas warga dan jalur menuju pasar Lubuk Jambi.
“Naik berita, ditinjau, foto-foto, habis itu tidak ada kelanjutannya. Yang dibutuhkan masyarakat itu tindakan nyata, bukan sekadar datang melihat lalu selesai,” cetusnya.
Warga berharap pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi maupun instansi terkait segera mengambil langkah cepat sebelum kerusakan semakin meluas dan memutus akses transportasi masyarakat. Selain membahayakan pengguna jalan, longsor yang terus terjadi juga dikhawatirkan mengancam rumah warga yang berada tidak jauh dari lokasi abrasi.
Masyarakat meminta pemerintah segera membangun penahan tebing permanen dan melakukan normalisasi di sepanjang bantaran Sungai Kuantan guna mencegah longsor susulan, terlebih saat curah hujan tinggi dan debit air sungai meningkat.
“Kami berharap ada perhatian serius. Jangan tunggu jalan putus total baru bergerak. Kalau akses ini putus, aktivitas masyarakat tentu lumpuh,” tutup Rian.
Di kesempatan yang sama, salah seorangpun penguna mobil pemgangite barang, Agus merasah takut jika melewati jalan tersbut.
” Takut, apalagi di pinggir sungai kuantan lagi”, kata Agus.
Agus berharap Dinas Perhubungan Kuansing sudah memasnag Plang karangan untuk mobil Roda 6 lewat di sini karena semaoan mereka lewat akan membuat jalan semkain hancur.
“Dishub kayaknya gak tau la kondisi jalan kayak gini, kalau dia tau pasti akan membatasu mobil bersa lewat di sini, apakah menunggu jatuh dulu mobil ke sungai baru di larang mobil Roda 6 lewat..? “, tutup Agus..(*yh)










