Riau||ISBCenter.com – Tim gabungan terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali muncul di sejumlah wilayah Provinsi Riau. Upaya pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara, termasuk pengerahan helikopter water bombing di tiga titik rawan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal, mengungkapkan bahwa hingga Rabu, terdeteksi 11 titik panas yang tersebar di empat kabupaten.
“Untuk titik panas di Riau ada 11, yakni di Rokan Hulu, Siak, Kuansing dan Pelalawan. Sementara itu untuk titik api ada ditiga lokasi,” katanya.
Dari total titik panas tersebut, tiga titik berada di Rokan Hulu, tiga titik di Siak, satu titik di Kuansing, dan empat titik di Pelalawan. Sementara titik api yang masih aktif terpantau di tiga lokasi berbeda.
Lokasi pertama berada di Kabupaten Siak, tepatnya di wilayah Kandis. Di area ini masih terpantau kobaran api dan kepulan asap.
“Untuk lokasi kedua berad di Kampar, yakni di Desa Ranah Singkuang Kecamatan Kampar. Kondisinya api sudah padam, dan penanganan sudah dilakukan oleh tim darat dan juga helikopter water bombing,” sebutnya.
Adapun titik ketiga terdeteksi di Kabupaten Rokan Hilir, tepatnya di Rantau Bais. Karhutla di kawasan tersebut masih mengeluarkan asap tebal. Tim gabungan telah melakukan pengeboman air dari udara untuk mempercepat proses pemadaman.
Edy menegaskan penanganan akan terus dilakukan di lokasi yang masih mengeluarkan asap maupun api.
“Penanganan Karhutla di lokasi yang masih ditemukan api dan asap akan terus dilakukan hingga api benar-benar padam,” ujarnya.
Pemadaman di tiga titik utama saat ini melibatkan personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat setempat. Helikopter water bombing menjadi andalan untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses tim darat, terutama di area gambut.
BPBD Riau juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca yang masih kering di beberapa wilayah..(*ay)










