Bengkulu||ISBCenter.com – Seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 yang terjadi dalam sepekan terakhir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu agar dapat mengkaji ulang terkait rencana belajar tatap muka langsung yang akan di mulai awak Januari 2021 mendatang.
Pernyataan itu diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Zainal, dalam keterangannya.
“Soal pendidikan, jangankan anak-anak, orang dewasa saja, dalam hal ini ASN yang sudah berpengalaman di suruh kerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Jadi apalagi anak-anak yang belum banyak mengerti mengenai Covid 19. Untuk itu rencana belajar tatap muka awal tahun depan agar dikaji ulang,” kata Zainal pada Kamis, (24/12/2020).
Selain itu Zainal meminta, pihaknya sekolah agar jangan dulu melakukan belajar tatap muka langsung, tetapi tetap secara daring atau online
Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 di Provinsi Bengkulu semakin melonjak.
“Kemudian juga tak kalah pentingnya, agar tetap berkoordinasi dengan tim gugus tugas pencegahan Covid-19. Kalau nanti kondisi sudah membaik, maka tidak ada salahnya untuk kembali menggelar belajar tatap muka,” jelasnya.
Seperti di rilis oleh rri.co.id, secara terpisah Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyebut memang akan mengkaji ulang kebijakan belajar tatap muka yang sebelumnya diwacanakan mulai berlaku pada awal Januari 2021 mendatang.
Mengingat peningkatan kasus Covid – 19 di Provinsi Bengkulu saat ini mencapai 30 persen.
“Pemprov bakal mengkaji dulu. Nanti kita lihat dulu dalam dua minggu kedepan kondisisinya seperti apa,” singkatnya.
Sementara dari data pukul 15.00 WIB hari ini, jumlah kasus konfirmasi positif Covid 19 di Provinsi Bengkulu totalnya 3.241 kasus atau bertambah sebanyak 60 kasus baru. Sedangkan yang dinyatakan sembuh berjumlah 2.139 orang atau bertambah 50 orang dan kasus meninggal dunia sampai saat ini sebanyak 110 orang.
Lalu kasus suspek, tercatat sebanyak 6.045 orang atau bertambah 3 orang dari jumlah sebelumnya..(**ES)










