Ketua Dekranasda Pekanbaru Apresiasi Batik Sawit Bedelau, Siap Jadi Cenderamata IMT-GT 2026

Ketua Dekranasda Pekanbaru Apresiasi Batik Sawit Bedelau, Siap Jadi Cenderamata IMT-GT 2026

Pekanbaru||ISBCenter.com –  Inovasi Batik Sawit Bedelau terus mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Salah satu apresiasi datang dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekanbaru, Sulastri Agung.

Sulastri menilai, kehadiran wastra berbahan dasar sawit ini merupakan terobosan kreatif yang membuktikan bahwa komoditas unggulan Riau tersebut memiliki nilai lebih dari sekadar produk industri. Sawit kini berhasil dikemas menjadi produk budaya yang bernilai ekonomi kreatif tinggi.

“Saya sangat mengapresiasi inovasi ini. Menyadarkan kita bahwa sawit bisa dibuat batik. Dan ini bisa mengangkat potensi kekayaan Riau. Ini sangat luar biasa,” kata Sulastri, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, momentum peluncuran Batik Sawit Bedelau sangat tepat untuk dipromosikan ke kancah yang lebih luas, bahkan hingga internasional. Sebagai bentuk dukungan nyata, Dekranasda Pekanbaru berencana akan menjadikan Batik Sawit Bedelau sebagai salah satu cenderamata resmi pada perhelatan internasional mendatang.

“Sebagai bentuk apresiasi kami, nantinya Batik Sawit Bedelau akan dijadikan sebagai salah satu cenderamata pada ajang IMT-GT yang menghadirkan 45 kepala daerah se Indonesia dan juga tamu istimewa dari 3 negara,” katanya.

Ajang Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada 4-7 Agustus mendatang di Pekanbaru, dan akan menjadi panggung strategis untuk memperkenalkan ikon baru Riau tersebut.

Lebih lanjut, Sulastri juga memberikan masukan terkait pengembangan desain agar batik ini lebih mudah diterima pasar dan dapat digunakan sehari-hari. Ia mendorong agar Batik Sawit Bedelau dirancang dengan model yang lebih kekinian dan fleksibel, seperti outer dan baju singkap.

“Karena pada dasarnya, batik bukan lagi pakaian yang dikhususkan pada acara formal saja. Namun sudah bertransformasi menjadi pakaian casual yang kekinian. Seperti kami di Pemko Pekanbaru, setiap hari Kamis, wajib mengenakan outer Melayu. Mungkin nanti Batik Sawit Bedelau juga bisa didesain serupa,” ungkapnya.

Dengan peluncuran ini, Riau dinilai telah berhasil menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan tradisi wastra sekaligus berani berinovasi memanfaatkan potensi daerah.

“Diharapkan batik ini dapat menjadi ikon baru daerah dan meningkatkan nilai tambah komoditas sawit Riau di pasar nasional maupun global,” pungkasnya..(*ay)

Pos terkait