Mukomuko||ISBCenter.com – Pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi jembatan penghubung antar desa beberapa titik di Kabupaten Mukomuko Mukomuko Provinsi Bengkulu mulai dilaksanakan.
Pembangunan beberapa titik jembatan penghubung yang dananya bersumber dari APBD Tahun 2023 dengan jumlah milyaran tersebut, menjadi sorotan bagi tokoh masyarakat dan lembaga kontrol pembangunan di Kabupaten Mukomuko.
Untuk memastikan progres dan hasil pekerjaan jembatan penghubung yang sudah di mulai, secara khusus ketua Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LPK – PK) Kabupaten Mukomuko M.Toha, turun langsung kelapangan, melakukan pemantauan progres pekerjaan jembatan oleh para rekanan (kontraktor) di daerah pemilihan (dapil) satu dan dua.
Diungkapkan M.Toha Ketua LPK – PK MM, kegiatan pemantauan pembangunan di Kabupaten MM terkhusus pekerjaan jembatan menjadi sorotan utama oleh LPK – PK. Pasalnya, kondisi jembatan penghubung antar desa yang menjadi keluhan masyarakat, sebelumnya sudah menjadi topik viral di medsos dan mendapat perhatian khusus dari Pemkab Mukomuko.
Untuk itu, agar pembangunan jembatan yang dananya bersumber dari uang negara tersebut, hasilnya bisa tahan dan maksimal, sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Mukomuko dalam kurun waktu yang panjang.
“Kegiatan pemantauan dengan datang langsung ke lokasi pekerjaan jembatan akan terus kami lakukan. Ini salah satu bentuk peran kami dari lembaga yang di akui negara, untuk membantu pemerintah dalam pengelolaan uang negara untuk pembangunan agar hasilnya tidak sia – sia.
Dari beberapa titik lokasi yang di datangi, seperti pekerjaan jembatan penghubung di Kecamatan Air Manjuto, XIV Koto, Kecamatan Selagan Raya, dari pantauan progres pekerjaan sudah di mulai dilaksanakan. Namun ada catatan sedikit di beberapa titik pekerjaan, seperti ditemukan adukan semen tidak memakai molen atau mesin adukan semen.
“Diharapkan pada rekanan (kontraktor) untuk meyediakan semua item pekerjaan sesuai dengan yang tertera di kontrak kerja, kami akan lakukan pemantauan di pekerjaan jembatan di dapil tiga (3) nantinya.” tegas M. Toha.
Dilanjutkan M. Toha, selain itu dari pemantauan di lapangan, ia meminta pihak Instansi terkait khusus Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mukomuko agar memberi ketegasan kepada rekanan konsultan (pengawas), untuk koperatif hadir melakukan pengawasan di lokasi pekerjaan jembatan di lapangan. Pasalnya, tugas dan fungsi konsultan menjadi penentu dan bertanggung jawab besar dari mutu hasil sebuah pekerjaan.
Dari pantauan kami di lapangan, mayoritas seluruh titik pekerjaan jembatan yang mulai di kerjakan, tidak di temukan satu orang pun dari pihak konsultan. Padahal, tugas mereka di bayar dengan menggunakan uang negara dan terikat dengan kontrak kerja yang legal dan resmi. Saya berharap kepada pihak instansi terkait, memberikan ketegasan kepada rekanan konsultan agar menjalankan tugas sesuai fungsi pengawasan di semua pekerjaan.
“Kita berharap semua pembangunan fisik di Kabupaten MM ini, agar mutu pembangunannya bisa tahan dan bagus. Sehingga hasilnya bisa bermanfaat bagi masyarakat Mukomuko dalam waktu yang lama, “tutup M.Toha.(*Zul)










