Mukomuko||ISBCenter.com– Pondok Pesantren Al Fattah Nailul Anwar yang berdomisili di Desa Sari Makmur Kecamatan Air Dikit Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu dibawah asuhan Kyai Miftachul Huda Alchakimi (Gus Huda) mengadakan kegiatan Isra’ Mi’raj beberapa waktu yang lalu dilingkungan Ponpes Al Fattah Nailul Anwar. Hadir dalam kegiatan tersebut Bapak H. Choirul Huda dan Bapak Rahmadi, AB selaku Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko terpilih, perwakilan dari Kodim 0428/MM, beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Mukomuko, perwakilan organisasi keagamaan dan organisasi kemasyarakatan, beberapa media online Kabupaten Mukomuko serta kyai dan wali santri Pesantren Al Fattah Nailul Anwar.
Uniknya lagi, hadir juga ditengah tengah acara dan ditengah tengah jama’ah yaitu Bapak Pendeta David Raja guguk dari HKBP Penarik beserta rombongan.
Dalam sambutanya H. Choirul Huda mengajak semua lapisan masyarakat dan ulama serta pondok pesantren untuk memberikan kontribusi positif dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Mukomuko kedepannya nanti.
Beliau juga mengajak semua untuk tetap menjaga kerukunan, kekompakan dan kebersamaan. Kabupaten Mukomuko sangat luas dan dihuni oleh masyarakat yang penuh keberagaman, jadi membutuhkan kerjasama kekompakan untuk bahu membahu menuju Mukomuko Maju pada masa yang akan datang. Tak ketinggalan, Pendeta David Raja guguk dari Gereja HKBP Penarik juga mengajak semua untuk rukun berdampingan.
“Menjadikan perbedaan sebagai sumber kekuatan untuk kemajuan Kabupaten Mukomuko yang kita cintai bersama. Perbedaan adalah Rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan akan menjadi indah dengan adanya perbedaan dan keberagaman di tengah masyarakat Kabupaten Mukomuko” demikian sampai pendeta dalam sambutannya.
Pada kesempatan sela sela acara pengasuh pondok pesantren Al Fattah Nailul Anwar Gus Huda kepada awak media ini mengungkapkan Pondok Pesantren Al Fattah Nailul Anwar bersahabat dengan semua golongan, termasuk dengan Bapak Pendeta HKBP.
“Taman bunga itu tidak akan menjadi indah ketika bunganya hanya seragam, tapi taman bunga akan menjadi semakin indah ketika adanya keberagaman warna. Kita jangan tabu dengan adanya perbedaan dan keragaman, semua itu adalah Rahmat dari Allah SWT. Semoga dengan perayaan Isra mi’raj ini, kita semakin menjadi umat muslim yang taat dengan menghargai perbedaan dan keragaman ditengah tengah masyarakat.” Pungkas Gus Huda dengan nada ramah(Zul)










