Kota Blitar||ISBCenter.com – Komisi III DPRD Kota Blitar melakukan inspeksi mendadak (sidak) dilokasi pembangunan Taman Ecopark Joko Pangon, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan kota Blitar, Rabu (23/9/26).
Dari awal rencana sidak ke lima titik peninjauan tim akhirnya hanya meninjau Taman Ecopark Joko Pangon, setelah itu dilanjutkan ke Drainase jalan Anggrek -Melati kota Blitar.
Ketua Komisi III DPRD kota Blitar Yudi Meira melalui Wakil Ketua Komisi III, Totok Sugiarto mengatakan, kunjungan ini lebih mengarah pada arahan perbaikan, bukan penemuan pelanggaran.
“Awalnya kita ke 5 titik lokasi, terus karena waktu, hanya 3 titik yakni Joko Pangon, Jalan Anggrek dan Melati, sama BTC di Tlumpu. Namun BTC Tlumpu masih belum dilaksanakan. Jadi kita hanya ke Joko Pangon sama Anggrek dan ada beberapa yang harus diperbaiki,”tegasnya.
Lebih lanjut Totok menyampaikan, kualitas bahan konstruksi harus dijaga ketat, khususnya pasir yang wajib diambil dari Sungai Brantas, bukan dari urukan daerah utara. Spesifikasi ukuran pengerjaan juga harus tepat sesuai ketentuan teknis.
“Kualitas bahan, utamanya pasir itu kita minta ambil di Brantas, jangan ambil uruk di daerah utara, ada beberapa yang perlu diperbaiki terkait sepek ukuran, ukurannya harus tepat,”tandasnya.
Kemajuan fisik Taman Ecopark Joko Pangon dengan anggaran sekitar Rp5,8 miliar, saat ini baru mencapai 6,8 persen, padahal sasaran sementara ditetapkan 10 persen. Catatan konsultan pengawas bahkan mencatat angka 5 persen.
“Komisi III menargetkan pada awal Oktober kemajuan minimal mencapai 20–25 persen. Yang penting di minggu awal bulan Oktober kita datangi lagi, setidaknya 20–25%,”pungkasnya..(Ema)










