KRM Minta APH Investigasi Dugaan Penimbunan BBM Subsidi ditambang galian C

Mukomuko||ISBCenter.com – Kualisi Rakyat Menggugat (KRM) Mukomuko Junaidi, meminta kepada pihak Aparat Penegak Hukum agar melakukan investigasi terhadap dugaan penimbunan dan penyalahgunaan BBM ilegal di Tambang Galian C yang ada di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu.16/11/2023

Pasalnya, selama ini BBM bersubsidi langka akibat disalahgunakan indikasi tambang Galian C serta proyek infrastruktur dan proyek lainnya.

Bacaan Lainnya

“Aparat Penegak Hukum harus lakukan investigasi soal dugaan bbm subsidi di setiap galian C ada ada di kabupaten mukomuko. Ini perlu agar kesediaan stok BBM jenis solar bersubsidi stabil di pasaran,” ujar Ketua Kualisi Rakyat Menggugat Junaidi

Mengenai persoalan ini, Kata junaidi, harus juga mendorong APH untuk memberikan sanksi tegas kepada pihak Penambang yang diduga bermain dengan pihak-pihak tertentu, mulai sanksi ringan sampai sanksi keras yaitu pemutusan izin.

Menurut dia, patut kita menaruh curiga atas kelangkaan solar bersubsidi, karena banyaknya dugaan penyimpangan atau penyalahgunaan bbm bersubsidi untuk kepentingan penambang dan proyek lainnya.

Junaidi menduga, ada penyimpangan penggunaan solar bersubsidi ini sudah lama terjadi dan terkesan terkoordinir. Hal ini, harus diawasi oleh aparat kepolisian jajaran Polres Mukomuko untuk memastikan bbm bersubsidi aman di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU ).

Ditambahnya, saat ini penggunaan bbm paling banyak di kawasan yang memiliki exploitasi pertambangan seperti Galian C yang pada saat ini beroperasi.

Mereka paling banyak menggunakan BBM solar industri. Ini harus menjadi perhatian serius untuk mengawasinya lebih selektif dan juga akan singkronkan data permintaan bbm solar industri dengan data pekerjaan di lapangan alat berat dan mesin yang digunakan oleh perusahaan penambangan tersebut.

“Kita tidak inginkan sampai terjadi permainan data DO bbm. Ini tentunya akan merugikan negara untuk pajak PPH/PPN dalam pembelian bbm solar industri tersebut,” ujar Junaidi(Zul)

Pos terkait