Kronologi Kematian Karyawati SPPG di Bengkulu, Korban Sempat Antar Motor Rekan yang Mogok

Kronologi Kematian Karyawati SPPG di Bengkulu, Korban Sempat Antar Motor Rekan yang Mogok

Bengkulu||ISBCenter.com – Kasus kematian Indo Melvi Yunadatia (24), karyawati SPPG Padang Serai, Kota Bengkulu, mulai menemui titik terang. Polisi mengamankan seorang pria berinisial RU (26) yang merupakan rekan kerja korban sebagai petugas keamanan atau satpam di SPPG Padang Serai.

RU diamankan setelah polisi melakukan penyelidikan intensif terkait penemuan jasad Indo Melvi di aliran sungai kawasan Kampung Bahari, Senin pagi. Dari hasil penyelidikan awal, RU diduga kuat memiliki keterkaitan dengan kematian korban.

Bacaan Lainnya

Fakta ironis terungkap dalam kasus ini. Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, korban justru sempat memberikan pertolongan kepada terduga pelaku.

Peristiwa bermula pada Senin dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Indo Melvi berangkat dari kediamannya di kawasan Riak Siabun menuju tempat kerja di SPPG Padang Serai. Di tengah perjalanan, ia bertemu RU yang sedang dalam perjalanan pulang untuk berganti pakaian sebelum kembali bekerja di SPPG.

Saat itu sepeda motor RU mengalami kerusakan di pinggir jalan. Indo Melvi yang melintas dan mengenalinya sebagai rekan kerja, berhenti dan berinisiatif membantu. Motor RU yang rusak kemudian diantar ke rumah RU.

Setelah itu, keduanya kembali melanjutkan perjalanan menuju SPPG Padang Serai dengan satu motor yang dikendarai korban, sementara RU membonceng di belakang. Perjalanan inilah yang berujung tragedi.

Di tengah perjalanan, RU yang berada di posisi belakang diduga melakukan kekerasan terhadap korban dengan membekap bagian wajah korban. Akibatnya korban kehilangan kendali hingga sepeda motor yang dikendarai terjatuh.

Setelah terjatuh, korban diduga tidak lagi bergerak. Jasad korban kemudian diduga dibawa oleh pelaku ke tepi sungai di kawasan Kampung Bahari. Polisi menduga pelaku memasukkan batu ke dalam pakaian korban sebagai pemberat sebelum jasad dibuang ke aliran sungai agar tidak mengapung.

Jasad korban akhirnya ditemukan warga beberapa jam kemudian pada Senin pagi dan langsung dilaporkan ke kepolisian. Temuan tersebut menjadi awal penyelidikan Polresta Bengkulu.

Dari rangkaian penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dan informasi terkait aktivitas korban, polisi akhirnya mengamankan RU untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polresta Bengkulu AKP Frengki Sirait membenarkan pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pria yang diamankan tersebut.

“Masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang diamankan. Sekarang untuk status yang diamankan masih diperiksa. Sedangkan untuk hasil autopsi masih menunggu,” ujar Frengki.

Polisi menyatakan hasil autopsi dan pemeriksaan terhadap terduga pelaku akan menjadi kunci untuk mengungkap secara utuh penyebab kematian korban serta motif di balik peristiwa tersebut. Saat ini kasus masih dalam penanganan dan pendalaman penyidik Polresta Bengkulu..(*rz)

Pos terkait