Kurangnya Perencanaan Gedung dari Disdikbud MM, Pungutan sama Wali Murid SD N 8 Penarik Inisiatif Komite

Kurangnya Perencanaan Gedung dari Disdikbud MM, Pungutan sama Wali Murid SD N 8 Penarik Inisiatif Komite

Mukomuko||ISBCenter.com – Ketua Komite SD Negri 08 Kecamatan Penarik mengungkapkan pungutan terhadap Wali Murid berasal dari inisiatif komite sekolah setempat. Karena adanya bangunan dari Pemerintah melalui Dana DAK 2022 berjumlah empat Gedung yaitu gedung Laboratorium, gedung ruang Guru, gedung Perpustakaan dan WC.
Karena gedung tersebut dibawah bukit di areal sekolah. Maka dari inisiatif komite sendiri untuk membangun pelapis tebing untuk menahan tanah supaya tidak terjadi longsor ketika hujan. Dalam kegiatan pembangunan tersebut terlebih dahulu memakai dana pribadi kepala sekolah.

“Kami dari Komite inisiatif melakukan pungutan tersebut untuk membangun Pelapis tebing. Karena melihat kondisi gedung yang telah dibangun Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dibangun pada tahun 2022 terletak di bawah bukit. Maka pungutan tersebut adalah inisiatif komite sekolah,” kata Nurohim ketua Komite Sekolah SD N 08 Kecamatan Penarik, Rabu ( Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Mashadi, Selasa (29/11).

Lanjut Nurohim, setelah memikirkan kondisi tanah tersebut Komite melakukan musyawarah terhadap wali murid, dan pada saat itu sudah di setujui bersama, namun dalam musyawarah tidak yang berkomentar terhadap sumbangan tersebut. Dalam untuk melakukan pekerjaan pelapis tebing sebelumnya sudah komunikasi kepada tukang diperkiraan anggaran 35 juta. Untuk memenuhi dana tersebut wali murid dibebankan Rp 250 ribu per wali murid. Namun diberi waktu 3 bulan untuk melunasi angsuran kepada wali murid.

“Kita sudah melakukan musyawarah kepada semua wali murid, dan telah disetujui, malah salah satu wali murid juga melebih bayar Rp 300 ribu. Karena dalam sekolah ada 2 anak kita minta satu wali murid. Sampai sekarang masih juga ada yang belum membayar karena dari komite tidak menegaskan. Karena sumbangan ini hanya sukarela dan sumbangan dari wali murid. Sampai sekarang masih ada wali murid yang belum bayar. Dari komite tidak memaksakan kepada wali murid. Namun komite juga tidak permasalahkan bagi wali murid yang tidak belum membayar,” jelas Nurohim

Sementara pelapis tebing tersebut sudah dilaksanakan. Sebelum sumbangan dari wali murid selesai, pekerjaan pelapis tebing tersebut dengan menggunakan dana pribadi kepala sekolah untuk menalangi pekerjaan tersebut. Dari hasil sumbangan wali murid tersebut Komite sudah mengembalikan dana pribadi kepala sekolah yang telah terpakai.

“Sebelum semuanya sumbangan dari wali murid kita dari komite di bantu kepala sekolah untuk meminjami dana pribadinya dalam pekerjaan pelapis tebing tersebut, alhamdulillah sekarang dana pribadi kepala sekolah Sudak kita kembalikan dari hasil sumbangan wali murid” terangnya(Zul)

Pos terkait