Bengkulu Selatan||ISBCenter.com – Akibat maraknya penyebaran Covid -19 banyak yang terlantarkan terutama pelajar itu sendiri sehingga mengakibatkan pelajar sulit bertatap muka dengan Guru serta sulit untuk mendapatkan pembelajaran dengan baik. Apalagi di Kabupaten Bengkulu Selatan yang dinyatakan sebagai wilayah zona merah. Sebelumnya pelajar SD/SMP diliburkan oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Selatan kini kembali mengeluarkan surat edaran memperpanjang libur Sekolah selama 14 hari kedepan. Menyikapi BS zona merah surat edaran dikeluarkan hari ini Kamis (14/01) dan kembali masuk Sekolah pada tanggal 1 Febuari 2021 namun kemungkinan libur tersebut bisa saja diperpanjang lagi sesuai dengan keadaan, jika Kabupaten Bengkulu Selatan masih dalam zona merah maka libur Sekolah kembali diperpanjang dengan batas waktu yang belum dapat ditentukan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bengkulu Selatan (BS), Risfin Junaidi MPd mengatakan pelajar SD/SMP kembali diliburkan setelah surat edaran di terbitkan. dengan demikian libur ini dilaksanakan kembali guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Ya, siswa SD/SMP diliburkan kembali untuk menghindari terjadinya penularan Covid 19,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bengkulu Selatan (BS), Risfin Junaidi MPd Kamis (14/01).
Lanjut Risfin, pelajar diliburkan bukan berarti tidak belajar sama sekali namun guru tetap diharapkan memberikan tugas dan menyampaikan pembelajaran melalui daring, karena ini merupakan langkah yang tepat yang dapat dilakukan saat ini.
Siswa juga diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas yang dimiliki Sekolah, semisalnya datang ke Sekolah untuk menggunakan Internet. namun dengan catatan wajib untuk selalu melaksanakan 3m.
“Sejujurnya fasilitas Internet untuk mendukung pelajar menyelesaikan tugas-tugas. Dengan demikian Guru harus tetap semangat untuk mengajar meskipun melalui daring,” pungkas Risfin.
Hal senada juga diutarakan Kabid Dikdas BS Muhardin M.Pd menuturkan Kepala Sekolah dan dewan Guru untuk tidak lalai dalam menjalankan kewajibannya meskipun sulit karena terhalang virus corona yang belum diketahui berakhir kapan.
“Pihak Dikbud tetap harapkan dewan guru untuk selalu menjalankan tugasnya dan jangan sampai terlena oleh waktu,” tutur Muhardin..(**Ra)










