Mukomuko||ISBCenter.com – Pembangunan Gedung Perpustakaan dari Dana Desa ( APBDes 2023) Desa Pasar Sebelah Kecamatan Kota Mukomuko Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu Dipertanyakan Oleh Lembaga Suwadaya Masyarakat dari Lumbung Informasi Rakyat (LIRA). Sebab pembangunan Gedung Perpustakaan ini menelan Anggaran Rp 398.498.500 dari Dana Desa (DD) Dengan 9×14 meter sangat diragukan kualitasnya.
Sebab dari hasil pantauan LSM LIRA Kabupaten Mukomuko Salman Alfaris menilai ada nya kejanggalan Pembangunan Gedung Perpustakaan di Desa Pasar Sebelah Kecamatan Kota Mukomuko pertanyakan dengan bangunan sebesar itu yang menelan dana hampir 400 juta dengan coran tiang 30×30 hanya dikerjakan seperti coran cakar ayam dan coran tiang tidak memakai molen hanya adukan manual. Pekerjaan Gedung Perpustakaan di Desa Pasar Sebelah diduga asal jadi.
“Setahu kita ketika bahan material lebih dr 5 kubik mengaduk material nya harus pakai molen bukan adukan manual.” Pungkasnya
Lebih lanjutnya, perencanaan Pembangunan Gedung Perpustakaan dan gambar ketika di konfirmasi kepada PTK tersebut info nya pendamping Desa hal itu menurutnya sudah menyalahi aturan.
“Karana bukan kah pendamping itu tugas nya mendampingi pihak desa membuat perencanaan bukan memanfaatkan ketidak Tahuan pihak desa, masa dana desa dah d kucurkan dari tahun 2016 sampai sekarang pihak desa tidak ada yg tau juga bikin perencanaan, ada apa dengan hal tersebut,” terang salman
Sambungnya, ada dugaan tentang mengurai Spesifikasi atas pembangunan gedung perpustakaan tersebut. Dari pantauan Gedung ini tuk jadikan bangunan gedung serba guna. Karna ketika di lihat ke lokasi ketinggian bangunan mencapai 5 meter. Sementara adukan tidak memakai molen.
“Kita meminta bangunan tersebut untuk di bikin ulang karna ketahanan bangunan bisa di anggap kurang. Sebab ukuran adukan semen dan split nya gak jelas. Karena adukan secara manual tidak sempurna untuk kekuatan cakar ayam dan coran tiang. Jika hal ini, tidak di kabulkan oleh pihak TPK nantinya LSM LIRA akan menindak lanjuti ke Penegak hukum untuk memeriksa bangunan tersebut,” terangnya
Saat di konfermasi TPK Indra, pekerjaan tersebut sudah sesuai spesifikasi dan RAB yang ada. Karna pekerjaan tersebut mengikuti sesuai Spesifikasi. Untuk permasalahan coran dari perencanaan dan RAB tidak memakai molen. Dalam pekerjaan tersebut kita selalu berkordinasi sama pendamping Desa, dan Camat dan kepala Desa. Sedangkan untuk pengecoran tiang memakai Split 2,1. Pada saat ini pekerjaan pembangunan Gedung Perpustakaan masih berjalan.
“Untuk pekerjaan Pembangunan Gedung Perpustakaan saat ini, kita mengikuti RAB yang ada. Dalam RAB perencanaan tidak memakai molen. Sedang kan untuk coran tiang kita memakai batu split 2,1.” Pungkasnya..(*Zul)










