Longsor dan Cuaca Ekstrem Warga Harus Berhati-hati dan Waspada Ciamis Siaga Banjir

Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis

Ciamis||ISBCenter.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis Jawa Barat merupakan kawasan hutan tropis dengan banyaknya daerah yang berdataran tinggi atau pegunungan memiliki intensitas curah hujan yang sangat tinggi.

Sebagai daerah yang banyak perbukitan serta aliran sungai dipastikan wilayah tersebut rawan tinggi resiko banjir, longsor dan cuaca ekstrem.

Hal tersebut disampaikan, Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, Minggu (20/4/2025) siang kepada ISBCenter.com

“Saat ini, status Jawa Barat dan Kabupaten Ciamis dinyatakan siaga banjir, longsor dan cuaca ekstrem sampai Tanggal, 31 Mei 2025 mendatang, ” tuturnya.

Hal ini merujuk pada Surat Keputusan (SK) Pj. Bupati Ciamis Tanggal 8 November 2024 yang mengeluarkan SK Darurat Nomor: 300.2/Kpts.991-Huk/Tahun 2024 Tentang Penetapan Pos Komando Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem serta Tanah Longsor di Kabupaten Ciamis Tahun 2024-2025.

“Seluruh wilayah di Kabupaten Ciamis memiliki resiko tinggi rawan banjir. Dari 27 kecamatan, 26 kecamatan tercatat 103 desa masuk kategori rawan tinggi banjir, ” tegasnya.

Apalagi beberapa bulan terakhir ini cuaca tidak menentu, terkadang datang hujan tiba-tiba yang begitu deras dan lama belum disertai angin kencang dan petir menyebabkan di sejumlah wilayah mengalami bencana alam.

“Penyebab lain tentu sangatlah banyak diantaranya; pendangkalan sungai, hutan gundul, membuang sampah tidak pada tempatnya malah ke sungai juga adanya penyempitan saluran air, dan lain-lain (dll), ” terang Ani kepada isbcenter.com saat dikonfirmasi, Minggu (20/04/2025)

Untuk itu, Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya melalui dirinya menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat di Ciamis untuk berhati-hati dan mewaspadai akan datangnya bencana banjir dan bencana alam lainnya.

Ani meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk waspada akan bencana alam. Ia, meminta warga untuk selalu menjaga lingkungan di sekitar.

“Tolong selalu jaga kebersihan, jangan buang sampah sembarangan apalagi membuang sampah ke sungai, tidak menggunduli hutan dan tidak juga membangun bangunan di atas drainase atau selokan, ” tandasnya.

Hasil kajian tim peta rawan bencana banjiri Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mencatat ada 26 kecamatan di Ciamis dengan sangat tinggi resiko akan banjir. (Data BPBD Ciamis 2022-2026).

Adapun keseluruhan wilayah resiko tinggi rawan banjir yang tercatat sebagai berikut :

1. Kecamatan Banjaranyar: Desa Cigayam, Sindangrasa dan Tanjungsari.

2. Kecamatan Banjarsari: Desa Banjarsari, Cibadak, Ciherang, Ratawangi, Sindangasih, Sindanghayu, Cicapar dan Ciulu.

3. Kecamatan Baregbeg: Desa Jelat, Karangampel, Petihilir, dan Pusaka Nagara.

4. Kelurahan Ciamis: wilayah Benteng.
5. Kecamatan Cidolog: Desa Cidolog.
6. Kecamatan Cihaurbeuti: Desa Cihaurbeuti, Cijulang, Padamulya, Sukasetia, Sumberjaya, dan Sumberjaya.

7. Kecamatan Cijeungjing; Desa Ciharalang, dan Utama.

8. Kecamatan Cikoneng: Desa Gegempalan dan Margaluyu.

9. Kecamatan Cimaragas: Desa Beber, Bojongmalang, Jayaraksa dan Raksabaya.

10. Kecamatan Cipaku: Desa Mekarsari.
11. Kecamatan Cisaga: Desa Cisaga, Kepel, Mekarmukti, Tanjungjaya, dan Wangunjaya.

12. Kecamatan Jatinagara: Desa Bayasari, Cintanagara, Jatinagara dan Mulyasari.

13. Kecamatan Kawali: Desa Citeureup, Kawalimukti, Margamukya dan Windureja.

14. Kecamatan Lakbok: Desa Baregbeg, Cintajaya, Kalapasawit, Kertajaya, Puloerang, Sidaharja, Sindangangin, Sukanagara, Tambakreja,

15. Kecamatan Lumbung: Desa Darmaraja.
16. Kecamatan Pamarican: Desa Bangunsari, Bantarsari, Kertahayu, Pasirnagara, Sidaharja, Sukajadi dan Sukamukti.

17. Kecamatan Panawangan: Desa Panawangan.
18. Kecamatan Panjalu: Desa Nagarajati, Bahara, dan Hujungtiwu.

19. Kecamatan Panumbangan: Desa Kertaraharja, Medanglayang, Panumbangan, Payungsari, Sindangherang, Sindangmukti, Sukakerta dan Tanjungmulya.

20. Kecamatan Purwadadi: Desa Bantardawa, Karangpaningal, Kutawaringin, Padaringan, Pasirlawang, Purwadadi, Purwajaya, Sidarahayu, dan Sukamulya.

21. Kecamatan Rajadesa: Desa Rajadesa, Sirnabaya, Sukajaya dan Tigaherang.

22. Kecamatan Rancah: Desa Cileungsir, Cisontrol, Dadiharja, Giriharja, Jangalaharja, Patakaharja, Rancah, Situmandala, dan Wangunsari.

23. Kecamatan Sindandgkasih: Desa Sindangkasih.

24. Kecamatan Sukadana: Desa Bunter, Ciparigi, Margaharia, Salakaria dan Sukadana.

25. Kecamatan Sukamatri: Desa Cibeureum dan Sukamantri.

26. Kecamatan Tambaksari: Desa Kadupandak, Karangpaningal dan Kaso.

Lebih lanjut, Ani menekankan pentingnya kerjasama lintas sektoral untuk menangani, menanggulangani banjir atau bencana alam lainnya yang terjadi.

“Mari kita antisipasi bersama secara dini dan cepat tanggap jika terjadi bencana apapun di daerah untuk segera melaporkan setiap kejadian kepada pemerintah setempat yang dapat membahayakan akibat bencana alam, ” tuturnya.

Camat Banjarsari Sesalkan Kepala Desa yang Membandel Tidak Melakukan Gotong Royong Bersihkan Selokan atau Aliran Pembuangan Air

Di Desa Banjarsari Kecamatan Banjarsari meski merupakan pusatnya kota Kecamatan Banjarsari namun tidak menutup kemungkinan wilayah tersebut menjadi langganan banjir

Tercatat Desa Banjarsari dan sekitarnya banjir terjadi di tahun 2016 dan 2020 yang disebabkan curah hujan tinggi dan lama serta adanya tanggul jebol yang mengakibatkan air meluap ke rumah-rumah warga cukup parah.

Disatu sisi, meluapnya air masuk ke rumah-rumah warga di wilayah Kecamatan Banjarsari terdapat banyaknya selokan atau drainanse yang menyempit atau dangkal, sehingga mudah terjadinya banjir.

Camat Banjarsari, Dedi Iwa Saputra, minggu (20/04/2025)

menyesalkan kepada para kepala desa yang di setiap rapat, rakor atau upacara gabungan pihaknya selalu mengingatkan sekaligus memerintahkan, agar setiap desa menggerakan kerja bakti atau gotong royong guna mengantisipasi datangnya banjir atau bencana lainnya.

“Sudah sering kami ingatkan dan diperintahkan kepada para kepala desa agar melakukan kerja bakti dengan warganya untuk membersihkan kampungnya terutama membereskan saluran-saluran air pembuang agar tidak terjadi penyumbatan, ” tuturnya.

Namun demikian, dirinya besok akan kembali memerintahkan kepada seluruh kepala desa agar melakukan kerja bakti/gotong royong di masing-masing wilayah desanya, “tuturnya.

Hal yang sama pula disampaikan Kepala Desa Banjarsari yang baru terpilih melalui Pergantian Antar Waktu (PAW), Rofik Hikmayana, bahwa dirinya akan sesegera mungkin memerintahkan warganya untuk melakukan kerja bakti atau gotong royong guna membersihkan lingkungan masing-masing.

“Terutama pada selokan, drananse atau pembuangan air agar lancar, ” ungkap kepala desa.(Ilham )

Pos terkait