Menanti Tanggung Jawab Kontraktor, Jebolnya Mercu Pintu Penguras dan Saluran Utama Bendung Air Nipis

Bengkulu Selatan||ISBCenter.com – Sehari setelah banjir yang melanda bendungan air nipis Kecamatan Air Nipis, mengakibatkan mercu pintu penguras jebol dan saluran utama bendung air nipis kanan jebol, media online ISBCenter.com investigasi ke lapangan atas musibah ini.

Menurut “Sahlan, ST” sebagai Pelaksana Lapangan PT. Bumi Arenas Raflesia mengatakan, terjadinya kerusakan pada bendungan dan saluran utama karena kemaren minggu, 6/6/2021 banjir datang dari jam 15.00 s/d jam 17.00 wib, dan debit air cukup besar sampai ketinggian lebih kurang 4 meter. Akibat banjir ini maka terjadilan kerusakan itu pada mercu pintu Penguras dan saluran utama bendungan air nipis kanan.

Bacaan Lainnya

“Dengan kapasitas banjir yang begitu besar mencapai 4 meter, minggu(6/6/2021) terjadi kerusakan ini, dan kami akan siap menanggulangi darurat dulu agar bisa saluran utama bendungg air nipis itu bisa mengalir kembali,” tegas Sahlan kepada media ISBCenter.com.

Disisi lain perwakilan masyarakat “Yahasa Pirin” mengatakan, kami selaku warga masyarakat yang terdampak atas jebolnya saluran utama bendung air nipis kanan ini mengharapkan sesegara mungkin untuk diperbaiki agar masyarakat yang mau turun ke sawah bisa memulai kembali, dan warga yang berusaha kolam deras bisa normal kembali.

“Saya berharap kepada kontraktor atau pihak pihak lain, agar secepatnya dilakukan penanggulan/perbaikan saluran yang jebol dan mercu penguras yang rusak, agar masyarakat tidak merugi, karena ada ribuan hektar sawah areal kec. Seginim yang bergantung pada air bendungan ini” ungkap Yahasa Pirin kepada Media ISBCenter.com

Ditempat terpisah, Ketua DPD TOPAN RI “Oni Lufti” mengatakan, sudah seharusnya itu menjadi tanggung jawab kontraktor untuk memperbaiki, karena kejadian ini karena kelalaian dan kesalahan teknis pihak kontraktor dalam memasang checkdam, sehingga ada penyempitan alur sungai.

“ini saya tegaskan kembali bahwa kejadian ini bukan karena bencana alam, tapi kelalaian dan kesalahan teknis kontraktor, karena nampak di video bagaimana terjadi penyempitan alur sungai karena checkdam yang dipasang dengan bronjong setinggi lebih kurang 4 meter,” tutup Oni lufti kepada media ISBCenter.com..(**Adi IG)

Pos terkait