Miris, Empat Ruang Belajar SD Negeri 001 Sungai Pinang Sangat Memprihatinkan

Kondisi empat ruang belajar di SD Negeri 001 Sungai Pinang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing)

Kuansing||ISBCenter.com – Kondisi empat ruang belajar di SD Negeri 001 Sungai Pinang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Bangunan sekolah yang didirikan sejak era Inpres tersebut hingga kini masih digunakan, meski kondisinya sudah jauh dari kata layak. Atap bocor, lantai masih berupa tanah, serta dinding kawat besi yang telah berlubang menjadi pemandangan sehari-hari di sekolah tertua di Kecamatan Hulu Kuantan itu.

Bacaan Lainnya

“Sangat disayangkan sekali, SD Negeri 001 Sungai Pinang ini benar-benar perlu perhatian serius pemerintah. Atap sudah bocor, lantai masih tanah, bahkan dinding kawat besinya sudah bolong-bolong,” ujar Beben salah soerang wali murid SD N 001 Sungai Pinang, Kamis (15/1/2026).

Menurut beben, sejak Kabupaten Kuansing berdiri, pembangunan gedung sekolah tersebut selalu diusulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, namun tak pernah terealisasi.

“Setiap tahun selalu diusulkan di Musrenbang kecamatan, tapi selalu gagal dibangun. Saat Musrenbang seolah-olah ditanggapi serius, bahkan ditinjau, tapi hasilnya selalu nol besar,” ungkapnya.

Ia juga menyayangkan minimnya perhatian dari para pemangku kepentingan, termasuk para alumni sekolah tersebut.

“Sejak bupati pertama Kuansing hingga sekarang, SD Negeri 001 ini hanya mendapat janji. Tidak ada perhatian nyata. Bahkan alumni sekolah ini seolah tidak peduli dengan kondisi sekolahnya sendiri,” ungkap Beben.

Beban mengatakan, kami selalu wali murid sudah bermemperbaiki satu ruang kelas namun apalah kesanggupan kami selaku wali murit hanya bisa memperbaiki lantainyang bolong di tambal namun kondisi atas tidak sanggup kami perniaki.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 001 Sungai Pinang saat dikonfirmasi mengaku sangat berharap adanya pembangunan gedung baru, mengingat kondisi ruang kelas yang kian memprihatinkan dan membahayakan proses belajar mengajar.

“Saat hujan turun, atap kelas bocor. Lantai sudah tidak layak, atap sidah tak layak, loteng bahkan ada yang sudah tidak ada lagi,” kata Kepala Sekolah.

Terkait usulan pembangunan, ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah absen mengajukan permohonan, baik melalui Musrenbang maupun proposal langsung ke dinas terkait.

“Setiap tahun selalu kami usulkan, baik di Musrenbang maupun melalui proposal ke dinas. Namun sampai sekarang belum juga terealisasi,” jelasnya.

Ia berharap pada tahun 2026 ini pemerintah daerah dapat merealisasikan pembangunan gedung sekolah, meski tidak secara keseluruhan.

“Kalau belum bisa dibangun semua, dua atau tiga ruang kelas pun jadilah. Jangan sampai karena kondisi ruangan yang tidak layak, para wali murid enggan menyekolahkan anaknya ke sini,” harap Kepala Sekolah.(*YH)

Pos terkait