Kota Bengkulu||ISBCenter.com – Pemerintah Kota Bengkulu memastikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru berjalan aman, edukatif, dan menyenangkan bagi siswa baru. Penegasan ini disampaikan menyusul dimulainya hari pertama MPLS di seluruh satuan pendidikan se-Kota Bengkulu.
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menekankan bahwa MPLS wajib bebas dari segala bentuk perpeloncoan. Ia menyebut, momen orientasi ini sangat penting sebagai gerbang awal siswa mengenal lingkungan sekolah, tenaga pendidik, teman sebaya, serta budaya belajar yang akan dijalani.
Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan MPLS diminta berorientasi pada pembentukan karakter positif dan tidak boleh menimbulkan tekanan maupun rasa tidak nyaman bagi peserta didik baru.
Sebagai bentuk pengawasan langsung, Walikota Dedy telah memerintahkan Asisten I bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu untuk turun ke lapangan. Tim tersebut ditugaskan memantau pelaksanaan MPLS di sekolah-sekolah agar tidak ada pelanggaran terhadap aturan yang sudah ditetapkan.
“MPLS harus menjadi momentum yang menyenangkan bagi siswa baru. Jangan sampai ada kegiatan yang mengarah pada perpeloncoan atau tindakan yang tidak sesuai dengan aturan,” tegas Dedy, Senin (13/7/26).
Dedy juga secara khusus meminta kepala sekolah dan jajaran Dinas Pendidikan melakukan pengawasan melekat. Setiap aktivitas dalam MPLS harus mengedepankan prinsip ramah anak serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku.
“Kami meminta seluruh sekolah dan Dinas Pendidikan melakukan pengawasan secara melekat. Pastikan seluruh kegiatan MPLS berjalan aman, ramah anak, dan memberikan pengalaman positif bagi siswa baru,” ujarnya.
Menurutnya, fokus utama MPLS adalah membantu siswa beradaptasi. Mulai dari pengenalan fasilitas, tata tertib, budaya belajar, hingga kegiatan yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar sejak hari pertama.
Pemkot Bengkulu menargetkan seluruh sekolah mampu menciptakan suasana yang nyaman, inklusif, dan bebas intimidasi, sehingga siswa baru merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar sekolah.
Kebijakan tegas ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Bengkulu dalam memperkuat sistem perlindungan anak. Langkah tersebut diharapkan mempercepat terwujudnya Bengkulu sebagai Kota Layak Anak melalui penyelenggaraan pendidikan yang aman, humanis, dan berkualitas..(*dd)










