Pekanbaru||ISBCenter.com – Pemerintah Kota Pekanbaru terus memperkuat langkah digitalisasi pengelolaan sampah. Hingga kini, dua unit Waste Station atau stasiun penukaran sampah non-organik telah beroperasi dan mulai dimanfaatkan warga untuk menukar sampah menjadi saldo elektronik.
Dua fasilitas tersebut masing-masing berada di RTH Tunjuk Ajar Integritas, Jalan Ahmad Yani, dan RTH Ratu Kaca Mayang, Jalan Jenderal Sudirman. Kehadiran stasiun di pusat kota ini bertujuan memperluas jangkauan layanan agar lebih dekat dengan masyarakat.
“Saat ini di Kota Pekanbaru sudah beroperasi dua unit waste station,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, Selasa (7/7/2026).
Melihat respons positif warga, DLHK Pekanbaru berencana menambah satu unit *waste station* lagi dalam waktu dekat. Namun, lokasi penempatan stasiun ketiga ini belum diungkap ke publik.
Reza menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi mempercepat perubahan perilaku warga dalam memilah sampah dari rumah. Stasiun ini berfungsi sebagai titik kumpul terpadu untuk sampah non-organik sekaligus memotong potensi penumpukan di tingkat rumah tangga.
Untuk menukarkan sampah, warga cukup membawa sampah terpilah ke lokasi *waste station* dan mengunduh aplikasi Rekosistem di ponsel. Sampah yang diterima meliputi plastik dan kaca, kertas serta kardus, logam dan elektronik bekas, hingga minyak jelantah.
“Warga bisa datang ke waste station, poin yang banyak dikumpulkan bisa langsung ditukar menjadi uang elektronik atau saldo digital ke aplikasinya,” ujar Reza.
DLHK Pekanbaru juga tengah menjajaki kerja sama dengan pihak swasta dan komunitas untuk memperluas jaringan *waste station*. Beberapa wilayah yang menjadi target ekspansi berikutnya antara lain Panam, Rumbai, dan Tenayan Raya, yang dikenal sebagai kawasan padat penduduk.
Dengan penambahan unit baru, Pemko Pekanbaru berharap gerakan memilah sampah bisa menjadi budaya massal dan mendorong ekonomi sirkular di tingkat warga. .(*ay)









