Mukomuko||ISBCenter.com – Carut marut masalah DAK Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu yang bernilai milyaran terus muncul ke permukaan, dan sampai saat ini pengawas dan dari dinas Pendidikan Provinsi tutup mata tutup telinga terhadap permasalahan yang ada, proyek DAK Fisik Sekolah SMK pembangunan Gedung Baru terutama Di SMK 3 dan SMK 1 Kabupaten Mukomuko memiliki pola pengerjaan dan metode yang sama yaitu asal jadi.

Hal saat Awak Media melakukan investigasi lapangan terkait informasi warga bahwasanya proyek DAK dari Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu tersebut sangat berpotensi merugikan negara yang bernilai milyar rupiah. Terutama tidak adanya pekerja memakai K3, dan untuk pengadukan semen tidak memakai molen, sedangkan untuk meterial pasir dan timbunan diduga meterial ilegal, serta untuk atap tidak sesuai dengan ketebalan yang tercantum di kontrak.
Sangat disayangkan, Proyek dengan dana yang cukup fantastis tersebut di gelontorkan negara hanya untuk memenuhi infrastruktur pendidikan dengan kualitas buruk. Dan anehnya lagi, pihak rekanan yang mengerjakan pembangunan tersebut jarang dilokasi hanya saja kepala tukang yang di percayai untuk melakukan segala hal dilapangan.
Salah satu warga yang enggan disebut namanya dirinya juga menduga, termasuk proyek DAK di SMK 3 Lubuk Sanai Kecamatan XIV Koto dikerjakan tidak sesuai spek.
” Apalagi dari keterangan pekerja di lokasi yang kami tanya, hanya bisa menjawab kami hanya pekerja mas, untuk menemui kontraktonyo ada di Bengkulu jarang datang kelokasi.”ungkapnya
Saat awak media meminta konfirmasi ke pihak sekolah, pihak sekolah hanya bisa bicara itu kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi dan Rekanan, dari pihak sekolah hanya menerima.
Sampai berita ini diterbitkan belum bisa konfermasi kepadak pihak rekanan dan pihak dari dinas pendidikan provinsi Bengkulu.(Zul)










