Bengkulu Selatan||ISBCenter.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola data pemerintah dan memperkuat implementasi Satu Data Indonesia, Pemkab Bengkulu Selatan melalui Dinas kominfo dan BPS menggelar kegiatan Sosialisasi Terkait Penilaian Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tingkat Produsen Data dan Review Portal Satu Data Indonesia. Yang dilaksanakan di Ruangan Zoom Meeting Dinas Kominfo, Kamis (27/11/25).

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Bengkulu Selatan, Decky Zulkarnaing, S.Sos serta dihadiri oleh Kepala BPS, Kepala OPD terkait, Kepala Bidang Statistik dan layanan informasi Diskominfo, tim pembina Statistik Sektoral BPS, agen data dan operator seluruh OPD lingkungan pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Diskominfo Bengkulu Selatan, Decky Zulkarnaing, S.Sos menegaskan bahwa penyelenggaraan statistik sektoral yang berkualitas merupakan pondasi penting dalam perumusan kebijakan yang tepat sasaran. Ia menjelaskan bahwa EPSS bukan sekadar proses penilaian, melainkan mekanisme untuk mendorong setiap produsen data menghasilkan statistik yang valid, reliabel, dan mengikuti standar yang telah ditetapkan.
“Melalui EPSS, kita dapat mengetahui sejauh mana kualitas penyelenggaraan statistik sektoral di masing-masing unit kerja, sekaligus mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa data yang kita sajikan benar-benar dapat menjadi dasar pengambilan keputusan,” ujarnya.
Is berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman teknis serta memperkuat koordinasi antar-pengelola data. Ia juga menegaskan komitmen dinas untuk terus mendukung penerapan prinsip Satu Data Indonesia, standar data, metadata, interoperabilitas, dan penggunaan kode referensi.
Sementara itu Kepala BPS Bengkulu Selatan Mohammad Fathan Romdhoni menyampaikan peran Portal Satu Data Indonesia sebagai pusat integrasi data pemerintah yang harus terus diperbarui dan disempurnakan. Review portal dinilai penting untuk memastikan metadata lengkap, dataset mutakhir, serta keselarasan antar-instansi dalam penyediaan data terbuka.
“Portal Satu Data Indonesia bukan hanya etalase data, tetapi juga wujud transparansi pemerintah kepada publik. Karena itu, setiap produsen data memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas, kelengkapan, dan keterbaruan dataset yang dipublikasikan,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi lintas sektor, memperkuat kapasitas produsen data, dan memastikan keberlanjutan implementasi Satu Data Indonesia demi mendukung perencanaan pembangunan yang lebih akurat dan berbasis data.(*Idn)










