Mukomuko||ISBCenter.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko menambah kualifikasi pendidikan tamatan SMA sederajat pada Penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal ini Menambah kesempatan pegawai honorer daerah (Honda) yang hanya tamatan SMA sederajat, memiliki kesempatan untuk manjadi Aparatur Sipil Negara. Usulan awal untuk Tamatan SMA sederajat hanya untuk 59 formasi, sekarang jumlahnya mencapai sekitar 150 formasi teknis dimana formasi SMA ini untuk petugas teknis seperti di Dinas Satpol PP anggta Trantibumnya, pegawai administrasi umum baik di Puskesmas maupun di OPD serta lainnya.

“Sengaja kami tambah khusus kualifikasi pendidikan jalur SMA karena saat ini Honda di posisi ini masih banyak jumlah, dan juga berdasarkan permintaan OPD teknis melalui sistem,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mukomuko Wawan Santoni S.Hut, M.Si.
Wawan menambahan, saat ini data formasi penerimaan CASN tahun 2024 sudah diserahkan ke Menpan-RB melalui aplikasi SIASN, yang disesuaikan dengan perihal kebutuhan prioritas dan kualifikasi pendidikan. Ada beberapa perubahan formasi dari yang di usulkan sebelumnya, dan itu menyesuaikan dengan petunjuk pusat. Termasuk penyediaan dan penambahan kuota formasi dengan kualifikasi pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
“Penambahan formasi tersebut juga dapat membantu Opd terkait mendapatkan pegawai yang statusnya ASN, serta membantu pegawai tersebut berpeluang mendapatkan kepastian status menjadi ASN,”ujarnya.
Lanjutnya, untuk penerimaan CASN seluruhnya ada 1000 kuota Calon Aparatur Sipil Negara. 150 kuota untuk penerimaan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan 850 kuota untuk PPPK, dengan rincian formasi yang akan dibuka tenaga guru sebanyak 400 formasi, dengan beberapa jurusan. PPPK tenaga teknis sebanyak 300 formasi dan tenaga kesehatan 150 formasi. Sedangkan untuk rincian jumlah kuota dan formasi penerimaan CPNS, tenaga kesehatan 75 formasi dan tenaga teknis 75 formasi.
“1000 ini memang usulan kita yang telah di setujui, tentunya kita berani meminta 1000 sudah ada pertimbangan matang yang telah kita lakukan sebelumnya,”terangnya.
Wawan juga mengatakan hingga saat ini Pemkab Mukomuko masih belum menerima petunjuk pelaksana dan petunjuk terknis (Juklak dan Juknis) berkaitan dengan pelaksanaan penerimaan CASN tahun ini. Maka dari itu saat ini belum dilakukan pembukaan pendaftaran karena masih menunggu petunjuk pusat berkaitan dengan jadwal.
“Kami hanya bisa menunggu, karena terkait jadawal itu pusat yang nentukan, dipastikan dalam bulan Juni 2024 ini pendaftaran belum akan dibuka,”ujarnya.
Untuk mempermudah dalam proses seleksi jika tidak ada perubahan sebelumnya, penerimaan akan dibagi sebanyak tiga sesi seleksi. Untuk lokasi kemungkinan besar bisa di Kota Bengkulu dan di Kota Padang. Namun berkiatan dengan tanggal pasti masih menunggu.
“Memang bulan Juni ini seharusnya tahapan sudah mulai berjalan, namun hingga kemarin kami belum menerima petunjuk teknis,”jelasnya.
Lanjutnya, perekrutan PPPK, masih akan tetap memprioritaskan tenaga honorer sudah lama mengabdi. Dengan usia di atas 35 tahun. Sedangkan untuk perekrutan CPNS akan direncanakan untuk umur di bawah 35 tahun, terutama yang baru lulus. Saat ini seluruh ASN di Mukomuko kurang lebih berjumlah 3.000 orang, sedangkan kebutuhan yang diperlukan agar Pemerintahan dapat berjalan ideal, yaitu sebanyak 5.800 orang ASN, data tersebut berdasarkan analisa jabatan. untuk memenuhi kekurangan tersebut selama ini Pemkab Mukomuko menggunakan jasa Honor daerah (Honda), agar dapat membantu memberikan pelayanan kepada masyarakat dan membantu membangun daerah.
“Penerimaan ASN tahun ini sudah pasti membantu kekurangan ASN. Namun tidak mungkin kita tidak mengunakan jasa Honda lagi, karena kekurangan memang cukup banyak,”sampainya.
Wawan juga mengimbau, karena penerimaan CPNS dan PPPK tidak lama lagi, maka ada baiknya semua honorer mulai persiapkan diri. Sebab tes ini dilakukan dengan sistem CAT seperti sebelumnya. Penggunaan sistem CAT ini, sangat membantu menjamin bahwasanya tes dilakukan bersih dan kelulusan murni berdasarkan hasil nilai saat tes. Khusus untuk honorer, sertifikat keahlian sesuai bidangnya sangat membantu jika dimiliki, karena dapat menjadi nilai tambah bagi peserta.
“Tes sistem CAT, nilai peserta langsung dapat diketahui, maka dari itu siapkan segala sesuatunya, terutama tenaga honorer sebab yang lulus tetap yang terbaik,”tandasnya. (*ADV/Zul )










