Pemko Pekanbaru Siapkan Tindakan Hukum dan Perluas Edukasi Cegah Aktivitas LGBT di Ruang Publik

Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar

Pekanbaru||ISBCenter.com – Pemerintah Kota Pekanbaru menyatakan sikap tegas terhadap aktivitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang belakangan dinilai meresahkan warga. Laporan masyarakat menyebut perilaku tersebut mulai ditunjukkan secara terbuka di ruang publik. Menanggapi hal itu, Pemko Pekanbaru menegaskan akan mengambil langkah hukum jika aktivitas itu terbukti mengganggu ketertiban umum.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar, pada Selasa (14/7/2026). Pernyataan ini merupakan respons atas banyaknya aduan dan keluhan warga yang masuk ke pemerintah daerah. Pemko menegaskan tidak akan tinggal diam demi menjaga norma sosial dan kenyamanan masyarakat di Kota Bertuah.

Markarius Anwar menyebut, laporan mengenai indikasi aktivitas menyimpang yang masuk ke Pemko terus meningkat. Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menjaga ketertiban umum dari kegiatan yang bertentangan dengan norma agama serta adat setempat.

“Kami banyak menerima laporan dari masyarakat tentang aktivitas perilaku menyimpang LGBT ini. Pemkot Pekanbaru tidak akan membiarkan aktivitas yang dinilai mengganggu ketertiban umum berjalan begitu saja. Kami juga siap mengambil tindakan hukum apabila aktivitas tersebut memang terbukti meresahkan masyarakat,” tegas Markarius Anwar saat memberikan keterangan resmi.

Selain penegakan hukum, Pemko Pekanbaru juga mengimbau generasi muda agar lebih waspada dalam bergaul. Pengawasan dari keluarga dan lingkungan pertemanan yang sehat disebut sebagai benteng pertama untuk mencegah perilaku menyimpang.

Di sisi pencegahan, Pemko telah menjalankan program edukasi di sejumlah sekolah menengah atas sederajat. Program ini menghadirkan dokter ahli untuk menjelaskan dampak perilaku menyimpang dari sisi kesehatan.

“Kami memberikan edukasi secara langsung kepada para siswa mengenai bahayanya perilaku menyimpang ini bagi masa depan mereka, termasuk risiko penularan penyakit menular seksual seperti HIV. Dalam program ini, kami sengaja menghadirkan dokter ahli agar para pelajar mendapatkan pemahaman klinis yang benar dan akurat,” jelas Wakil Wali Kota.

Ke depan, Pemko Pekanbaru berencana memperluas program edukasi tersebut ke lebih banyak sekolah. Dinas terkait akan berkolaborasi dengan tenaga medis, dokter spesialis, serta psikolog anak dan remaja. Langkah ini diharapkan dapat membentengi mental pelajar dari krisis identitas dan pengaruh perilaku menyimpang sejak dini..(*ay)

Pos terkait