Kota Bengkulu||ISBCenter.com – Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyebut pemenuhan rumah layak huni bagi warga kurang mampu merupakan amanat yang wajib dijalankan pemerintah daerah.
Pada tahun anggaran 2026, Pemkot Bengkulu bersinergi dengan berbagai pihak untuk merealisasikan perbaikan rumah tidak layak huni. Total sebanyak 543 unit rumah menjadi sasaran program tahun ini, dengan rincian 395 unit melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan 58 unit yang bersumber langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bengkulu.
Jumlah tersebut belum termasuk program Bedah Rumah mandiri yang digerakkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kepolisian Daerah (Polda), serta Real Estat Indonesia (REI).
Melihat masih tingginya kebutuhan masyarakat akan hunian layak, Wali Kota Dedy Wahyudi menetapkan target yang lebih besar untuk tahun depan.
“Maka untuk tahun depan (2027) target 1.000 unit rumah akan masuk program Bedah Rumah. Dari APBD ditargetkan 200 unit, BSPS 500 unit, Baznas 150 unit, dan dibantu dari CSR perusahaan, Polda, serta REI. Ini program Nyata Bantu Rakyat,” ujar Walikota Dedy pada Senin (28/9/2026).
Untuk memastikan program tepat sasaran, Wali Kota menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat kewilayahan untuk aktif melakukan pendataan di lapangan.
“Kepada Ketua RT, Lurah, dan Camat diminta untuk menyampaikan jika ada warga yang layak dibantu untuk program Bedah Rumah. Insya allah kita akan bantu, sehingga tidak ada lagi warga yang rumahnya tidak layak,” tegas Dedy.
Menurut Dedy, langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan konstitusional pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kota Bengkulu. Kehadiran negara di tengah masyarakat yang kesulitan menjadi prinsip utama.
“Konstitusi Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 mengamanatkan, fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. Maka sudah menjadi tugas kami untuk memastikan warga tidak mampu mendapat hunian yang layak,” pungkasnya..(*dd)










