Pemprov Bengkulu Tekankan Pentingnya Sinergi Cegah Radikalisme Lewat Penguatan Wasathiyah

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar

Bengkulu||ISBCenter.com – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menghadiri kegiatan Transformasi Ideologi Jalan Menuju Wasathiyah dengan tema “Membangun Kesadaran Baru Ideologi Sehat dan Moderat” di Hotel Mercure Bengkulu, Selasa (6/10).

Kegiatan tersebut menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama akan nilai-nilai kebangsaan, keberagaman, toleransi, serta penguatan sikap moderat dalam kehidupan beragama.

Dalam sambutannya, Khairil Anwar menegaskan bahwa Bengkulu adalah daerah yang menjunjung tinggi nilai kebangsaan, keberagaman, dan toleransi. Namun demikian, ancaman ideologi radikal dan ekstremisme tetap harus menjadi perhatian bersama karena dapat tumbuh secara halus dan sistematis.

Ia menjelaskan, sikap wasathiyah atau moderat dalam beragama bukan merupakan bentuk kompromi terhadap keyakinan, melainkan mengedepankan keseimbangan, kedamaian, sikap saling menghargai, dan menjauhi paham ekstrem.

“Penanganan ancaman radikalisme tidak bisa hanya dibebankan kepada TNI, Polri, atau Densus 88 semata. Ini adalah tugas kolektif kita bersama. Pemerintah daerah, tokoh agama, ulama, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat harus bersinergi membangun benteng pertahanan ideologi yang kokoh di Provinsi Bengkulu,” ujar Khairil.

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Densus 88 Antiteror Polri wilayah Bengkulu, Kombes Pol I Wayan Bayuna, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa program wasathiyah menjadi wadah untuk membangun dialog terbuka dengan tetap mengedepankan sikap saling menghargai.

“Dengan adanya program wasathiyah kita bisa berdialog dan berdiskusi untuk menyampaikan apa yang ada di hati kita tanpa menyakiti. Mari kita mewujudkan Bengkulu yang beragama, damai, menjunjung tinggi nilai Pancasila, dan menjaga keutuhan NKRI,” I Wayan

Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman tentang moderasi beragama, toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan semakin menguat, sehingga seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga kedamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pos terkait