Bengkulu||ISBCenter.com – Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan, SE melakukan audiensi dengan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) H. Muhammad Jusuf Kalla. Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan.
Audiensi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan PMI dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di Provinsi Bengkulu. Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan program mitigasi.
Gubernur Helmi menjelaskan bahwa Provinsi Bengkulu memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, khususnya gempa bumi dan tsunami. Hal ini tidak terlepas dari letak geografis Bengkulu yang berada di kawasan pertemuan lempeng tektonik dan dekat dengan zona subduksi.
Selain itu, Bengkulu juga dilintasi oleh Sesar Besar Sumatera atau yang dikenal dengan Sesar Semangko, yang berpotensi menjadi sumber gempa darat.
Menurut Helmi, kondisi tersebut menuntut langkah mitigasi yang terencana, sistematis, dan kolaboratif. Ia menegaskan pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
“Kolaborasi dengan PMI ini menjadi bagian dari upaya kita memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Bengkulu. Kita ingin masyarakat memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan bencana,” ujar Helmi.
Melalui pertemuan ini, Pemprov Bengkulu berharap terbangun kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan dengan PMI. Kerja sama tersebut meliputi penguatan sistem kesiapsiagaan dini, edukasi dan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat, peningkatan kapasitas relawan, hingga kesiapan respons cepat saat terjadi bencana.
Helmi menegaskan, upaya mitigasi harus menjadi prioritas jangka panjang, bukan hanya reaksi sesaat setelah bencana terjadi. Langkah-langkah seperti pemetaan risiko, edukasi publik, penguatan relawan, serta pemenuhan sarana dan prasarana penanggulangan bencana harus dilakukan sejak dini..(*rz)










