Bengkulu||ISBCenter.com-Perekonomian Provinsi Bengkulu pada triwulan III 2023 diprakirakan tumbuh melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Melambatnya pertumbuhan ekonomi di triwulan III didorong oleh naiknya tarif BBM non subsidi, masuknya fase El Nino, naiknya tarif angkutan laut, dan normalisasi permintaan masyarakat pasca HBKN Idul Adha dan liburan sekolah.
Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Darjana saat Konferensi Pers dalam rangka Publikasi Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan September 2023 dan Diseminasi Buku Laporan Perekonomian Provinsi Agustus 2023 di Ruang Rapat Perwakilan BI Bengkulu, Jumat (29/09/2023).
“Melanjutkan tren pertumbuhan positif yang sudah terjadi sejak triwulan III 2021, pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu pada triwulan III 2023 diprakirakan masih tercatat positif di rentang 3.61%-4.16% (yoy). Pertumbuhan ekonomi tersebut melambat dibanding triwulan sebelumnya dan masih diprakirakan akan lebih rendah dibandingkan dengan capaian Sumatera dan nasional yang diprakirakan akan mencatatkan pertumbuhan masing–masing sebesar 4.32%–4.72% (yoy) dan 4.79%-5.29% (yoy),” papar Darjana.
Ia menjelaskan, perlambatan pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu pada triwulan III 2023 dari sisi pengeluaran utamanya disebabkan oleh normalisasi permintaan masyarakat pasca berlalunya HBKN Idul Adha dan periode liburan sekolah.
“Konsumsi Rumah Tangga diprakirakan melambat seiring masih adanya ketidakpastian ekonomi global dan nasional yang mempengaruhi kondisi ekspektasi masyarakat,” ujar Darjana.
Ia melanjutkan, dari sisi lapangan usaha, masuknya fase El Nino pada tingkat lemah-moderat menyebabkan tertahannya pertumbuhan lapangan usaha Pertanian. Naiknya tarif BBM non subsidi dan naiknya harga tiket transportasi laut juga menjadi faktor melambatnya pertumbuhan beberapa lapangan usaha utama Provinsi Bengkulu.
“Lapangan usaha pertanian diparkirakan tetap tumbuh positif meski mengalamai perlambatan. LU Pertanian diprakirakan tetap tumbuh positif meski mengalami perlambatan seiring dengan mulai masuknya El Nino lemah-moderat dan masih tidak menentunya cuaca di pesisir Bengkulu yang mengakibatkan turunnya hasil tangkapan nelayan,” paparnya.
Melambatnya kinerja konsumsi pada triwulan III 2023, kata Darjana turut menahan LU Perdagangan. Pertumbuhan LU perdangangan triwulan III 2023 lebih rendah dari pertumbuhan triwulan sebelumnya, didorong oleh melemahnya subsektor perdagangan interior rumah.
“Pertumbuhan LU Transportasi dan Pergudangan menguat disbanding triwulan sebelumnya seiring dengan mulai diperbaikinya infrastruktur jalan di Bengkulu serta dibukanya objek wisata baru dan penyelenggaraan event yang mendorong mobilitas masyarakat,” katanya.
Perkembangan kegiatan usaha provinsi Bengkulu melemah pada triwulan II 2023 terutama didorong oleh pelemahan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Penurunan juga terjadi pada tekanan harga jual di triwulan II.
“Subsektor ini mengalami penurunan yang disebabkan oleh hasil panen yang tidak begitu baik akibat kurangnya pemupukan dan adanya serangan hama dan penyakit busuk kering,” jelas Darjana.
Sementara itu, kapasitas produksi terpakai Provinsi Bengkulu pada triwulan II 2023 mengalami peningkatan dibanding triwulan sebelumnya. Kondisi produksi terpakai pada triwulan II 2023 tetap baik di level 71,6%, atau meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.
“Kondisi produksi terpakai tercatat naik di sektor pertanian, pengadaan listrik, dan pertambangan. Peningkatan tersebut sejalan dengan adanya peningkatan aktivitas masyarakat pada periode HBKN Idul Adha, liburan sekolah, dan peningkatan produksi batu bara di triwulan II,” papar Darjana.(*da)










