Kota Bengkulu||ISBCenter.com – Tekanan inflasi Kota Bengkulu pada Agustus tahun 2023 berada di angka 3,40% (yoy) atau tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 3,23% (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Darjana mengatakan tekanan inflasi secara tahunan yang meningkat didorong oleh peningkatan inflasi pada beberapa komoditas, yaitu bensin, rokok kretek filter, dan beras. “Andil bensin 1,28 persen, rokok kretek filter 0,45 persen, dan beras 0,35 persen,” jelasnya, Jumat (29/09/2023) di Bengkulu.
Darjana mengatakan, andil beberapa komoditas itu didorong oleh penyesuaian harga komoditas bensin dan solar sejalan dengan ketidakpastian kondisi perekonomian di AS yang mendorong peningkatan harga minya dunia. Sementara rokok kretek filter naik secara berkala berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 191 Tahun 2022 yang mendorong kenaikan harga rokok 10 persen.
“Kenaikan harga beras itu sebagai dampak fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan pada lahan sawah di Provinsi Bengkulu,” kata Darjana.
Di sisi lain, inflasi pada tahun 2023 diprakirakan mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022 dengan kisaran sebesar 3,00–4,00% (yoy). Angka tersebut mencapai sasaran inflasi nasional yang sebesar 3,0±1% (yoy).
Penurunan tekanan inflasi didorong oleh menurunnya dampak lanjutan penyusuaian harga BBM, penguatan upaya pengendalian inflasi di daerah melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), dan penerapan harga acuan penjualan baru oleh BAPANAS yang diiringi dengan penguatan peran BUMD dalam intervensi harga pangan.
“Namun, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian. Diantaranya, semakin tingginya mobilitas masyarakat diiringi insentif bansos, fenomena El Nino pada semester II tahun 2023, kondisi ketidakpastian global, dan wacana penyesuaian tarif oleh pemerintah,” kata Darjana.(*Am)










