Sempat Dilarang, Peminat Baju Batam di Bengkulu Masih Banyak

Sempat Dilarang, Peminat Baju Batam di Bengkulu Masih Banyak

Bengkulu||ISBCenter.com-Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa trifting atau baju batam tidak boleh dipasarkan karena dapat mematikan industri dalam negri.

Meski begitu, Pasar Panorama sebagai pusat trifting di Kota Bengkulu tetap ramai dikunjungi oleh pembeli.

“Pada saat keluarnya larangan dari Presiden tersebut, stok barang jualannya sulit didapatkan. Hal itu terjadi selama beberapa bulan, akan tetapi saat ini pasokan barang sudah kembali seperti semula,” kata Sastriana, seorang pedagang trifting atau baju batam yang sudah berjualan selama tiga tahun di Pasar Panorama Selasa (19/9/2023) pagi.

Karena banyaknya peminat baju batam diakuinya, menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

“Usaha baju batam adalah karena tidak membutuhkan modal yang besar, selain itu juga mayoritas perkekonomian masyarakat Bengkulu adalah menengah kebawah. Belum lagi harganya yang murah dengan kualitas yang bagus mengundang minat masyarakat untuk terus menjadi konsumen dari baju batam tersebut,” tambah Satriana.

Lebih lanjut, Satriana juga menjelaskan, bahwa peminat baju batam berasal dari berbagai kalangan usia mulai dari anak muda hingga orang dewasa.

Sedangkan pengunjung yang berbelanja juga tidak hanya berasal dari kota Bengkulu, disaat menjelang hari-hari besar masyarakat dari luar daerah banyak yang berbelanja baju batam di Pasar Panorama.

Fera salah seorang pembeli menyampaikan, meskipun terbilang baju bekas, baju batam juga banyak yang berlabel dan merk-merk terkenal.

“Harga dan kualitaslah yang menjadi daya tarik bagi masyarakat. Karena untuk membeli baju baru harus mengeluarkan biaya yang besar, terlebih baju yang bermerk. Sementara baju batam, baju yang bermerk bisa didapatkan dengan harga yang murah,” tukasnya.(*da)

Pos terkait