Polda Sumsel Ungkap OTT Puluhan Kepsek Banyuasin Terkait Dugaan Fee Proyek Revitalisasi Sekolah

Polda Sumsel Ungkap OTT Puluhan Kepsek Banyuasin Terkait Dugaan Fee Proyek Revitalisasi Sekolah

Palembang||ISBCenter.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Selatan menjelaskan operasi tangkap tangan terhadap puluhan kepala sekolah di Kabupaten Banyuasin pada Kamis, 17 September 2026.

Dirreskrimsus Polda Sumsel Kombes Doni Satrya Sembiring mengatakan, OTT tersebut berkaitan dengan dugaan pemberian fee program revitalisasi sekolah.

Doni menjelaskan, dalam operasi tersebut polisi mengamankan 23 orang yang terdiri dari 12 oknum kepala sekolah SD, 2 bendahara SD, 4 oknum penyedia, 2 vendor, 1 istri dari oknum kepsek, dan 2 staf PPPK Dinas Pendidikan Banyuasin.

Modus yang diduga dilakukan adalah meminta fee sebesar satu persen dari setiap anggaran revitalisasi sekolah yang dicairkan.

Adapun besaran anggaran revitalisasi yang diterima setiap sekolah bervariasi, mulai dari Rp500 juta hingga Rp2 miliar. Uang fee tersebut diduga disetorkan oleh oknum kepsek kepada dua oknum pegawai Dinas Pendidikan.

Dalam OTT tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah uang tunai.

“Dari dua oknum staf tersebut diamankan uang Rp 30,990.000 uang yang sudah disetor oleh oknum kepsek. Kemudian ada uang dari oknum kepsek yang sudah siap disetorkan berjumlah Rp 71.216.000 ,” kata Doni, Jumat, 18 September 2026.

Doni menyebut saat ini penyidik masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut.

Terkait status hukum, penyidik telah melakukan penahanan terhadap dua oknum pegawai dinas, sementara pihak lainnya masih berstatus saksi.

“Saat ini dua staf PPPK dinas pendidikan Banyuasin yang kita lakukan penahanan. Sementara oknum kepsek, bendahara maupun vendor yang diamankan sudah dipulangkan (berstatus saksi),” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan kepala sekolah yang bertugas di Kabupaten Banyuasin terjaring OTT Ditreskrimsus Polda Sumsel saat menggelar kegiatan bimbingan teknis di salah satu hotel di Palembang.

Sejumlah pihak yang berada di dalam ruangan tersebut kemudian dibawa ke Mapolda Sumsel untuk dimintai keterangan lebih lanjut..(*1dn)

Pos terkait