Mukomuko||ISBCenter.com – Miris 65 usia dini belajar di gedung Posyandu desa Pauh Terenja. Lembaga Pendidikan PAUD Desa Pauh Terenja Kecamatan XIV Koto Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, tidak memiliki bangunan sekolah Paud. kegiatan belajar memanfaatkan ruang posyandu.
Namun saat ini kondisi Campur aduk dengan kegiatan sekolah dan kegiatan Posyandu. Sampai saat ini di gunakan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar tersebut sangat memprihatikan. Rabu (6/08/2025
Salah satunya yaitu PAUD Desa Pauh Terenja yang Sudah Negri. Berawal dari sekadar keinginan dan cita-cita kecil nan mulia, PAUD ini sudah lama didirikan oleh pemerintah Desa Pauh Terenja.
Dari sejak awal berdiri hingga saat ini, diketahui PAUD Desa Pauh Terenja belum memiliki gedung sendiri, yang artinya segala kegiatan ajar mengajar dilaksanakan di dalam gedung Posyandu. Bagian dalam khususnya bagian depan menjadi tempat para murid belajar sekaligus menjadi tempat bekerja kepala sekolah, kemudian taman bermain kecil yang berisi ayunan dan mangkuk putar terdapat di teras depan gedung. Hal yang memang jarang ditemui. Meskipun tidak memiliki gedung atau berada di gedung posyandu PAUD Desa Pauh Ternja telah memiliki izin resmi dari Dinas Pendidikan sejak tahun 2024
Disampaikan oleh kepala Desa Pauh Terenja Rodi Hartono SH , Biar Belum memiliki gedung nyatanya tidak menyurutkan niat Ibu ibu selaku guru sekaligus kepala sekolah PAUD untuk menciptakan generasi-generasi melek pendidikan.
” “Jujur dari pihak desa telah memasukan proposal ke pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan kebudayaan untuk memberi bantuan gedung baru PAUD. Karena PAUD Desa Pauh Terenja telah memiliki izin dan sudah negri, tetapi entah kapan.” Ujar Rodi Hartono
Rodi Hartono mengaku sudah sering mengajukan pembangunan PAUD ke pemerintah, namun sampai saat ini belum terealisasi.
“Iya pak, saya sering mengajukan pembangunan PAUD ataupun rehab Posyandu, mungkin karena anggaran desa yang terbatas dan banyak yang menjadi daftar usulan pembangunan lain, hingga Pembangunan PAUD belum menjadi sekala prioritas di tahun ini,” tuturnya.
Masih dikatakan Rodi, dirinya sangat mengharapkan perhatian dari instansi terkait, untuk memberikan sedikit bantuan terkait fasilitas pendidikan ini.
“Kami sangat berharap adanya perhatian dari instansi terkait, untuk turut membantu pembangunan pendidikan anak usia dini, agar anak-anak bisa nyaman saat melakukan kegiatan belajar mengajar,” katanya. (Zul)










