Prima Yohana, Puteri Indonesia Riau 2026, Suarakan Kebanggaan pada Budaya Melayu

Puteri Indonesia 2026 perwakilan Riau, Prima Yohana

Riau||ISBCenter.com – Di balik selempang Puteri Indonesia 2026 perwakilan Riau, Prima Yohana menyimpan misi besar: memperkenalkan kekayaan budaya Melayu ke panggung nasional. Kamis malam (02/07/2026), di Pekanbaru, dara asal Bumi Lancang Kuning itu berbagi cerita tentang rasa penasarannya pada tanah kelahiran sendiri.

Bagi Prima, kontes kecantikan bukan titik akhir. Ia menyebut mahkota dan selempang sebagai pengeras suara untuk mengabarkan eloknya budaya Melayu. Namun ia juga jujur mengakui masih banyak sudut Riau yang belum sempat ia jelajahi.

“Wah, banyak banget event ataupun tempat wisata yang ingin saya jelajahi di Riau. Saya asli orang sini, tapi dari dulu belum bisa semuanya saya lihat. Karena di tempat kita ini banyak banget peninggalan sejarah dan perhelatan budaya,” ujar Prima Yohana sembari tersenyum.

Dua tradisi masuk dalam daftar prioritasnya. Pertama, Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi. Festival perahu panjang itu semakin memikat setelah viral hingga mancanegara tahun lalu.

“Nah, dari dulu itu saya pengen banget dapat kesempatan untuk mengunjungi teman-teman di Kuansing untuk melihat Pacu Jalur. Apalagi, tahun lalu viral kali itu sampai mancanegara. Pasti sekarang makin seru,” cetus Prima antusias.

Kedua, tradisi Balimau Kasai. Ritual penyucian diri menjelang Ramadan itu belum pernah ia rasakan langsung.

“Saya juga belum pernah sama sekali merasakan tradisi Balimau Kasai. Kelihatannya asyik banget, bisa berbaur mandi di sungai dengan banyak masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Prima, merasakan budaya secara langsung jauh lebih bermakna dibanding hanya melihat lewat foto atau video. “Dari situ membuat kita sadar bahwa Riau itu sekaya itu dengan budaya,” tuturnya.

Prima menempatkan kuliner sebagai instrumen penting promosi wisata. Hidangan favoritnya adalah ikan asam pedas, masakan khas Melayu yang menurutnya bisa menjadi bahasa universal.

“Makanan khas Riau yang paling saya sukai itu ikan asam pedas. Pokoknya masakan olahan ikan yang ada di Riau ini saya suka sekali, kebetulan saya memang dasarnya pencinta ikan, hehehe,” kelakarnya renyah.

Menyandang gelar Puteri Indonesia Riau, Prima menegaskan pentingnya menjaga citra daerah lewat sikap dan adab. Filosofi “Melindungi Tuah Menjaga Marwah” menjadi pegangannya.

“Saya ingin membawa citra bahwa orang Riau itu tidak hanya pandai menjaga adat budaya dan wisata, tetapi juga memiliki sikap yang bagus. Kuncinya sopan santun dan selalu menekankan adab di manapun kita berada,” tegasnya serius.

Komitmen itu ia buktikan saat audisi Puteri Indonesia di Jakarta. Ia memilih membawakan Tari Persembahan Tepak Sirih, bukan unjuk bakat modern seperti kontestan lain. Momen saat ia menyuguhkan sirih kepada dewan juri menjadi salah satu yang paling berkesan.

“Itu terasa sangat fenomenal. Lewat tarian itu, para juri sekarang jadi tahu keunikan Tepak Sirih dari Riau,” kenang Prima Yohana.

Prima menutup perbincangan dengan ajakan untuk generasi muda Riau. Ia yakin pelestarian budaya bukan hanya tugas tokoh atau pemangku kebijakan.

“Intinya sebagai anak muda Riau, sudah seharusnya kita bangga dan perkenalkan ini semua ke orang luar. Kalau bukan dari kita, siapa lagi yang akan melakukannya? Generasi muda harus bergerak bersama-sama, saya yakin Riau akan semakin maju dan terkenal,” pungkasnya optimis..(*ay)

Pos terkait