Proyek Jalan Inpres Tanah Rekah dan SP IV Setia Budi Sudah Mulai Rusak

Proyek Jalan Inpres Tanah Rekah dan SP IV Setia Budi

Mukomuko||ISBCenter.com – Kerusakan terjadi di bahu jalan dan Siring Pemasangan Batu Jalan Inpres Tanah rekah – Sp IV Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu. Pantauan Awak Media, kondisinya struktur bahu jalan sudah dipenuhi rumput dan pohon yang tinggi, serta irigasi pasangan batu mengalami keretakan hingga hancur.

Padahal akses ini baru saja di bangun melalui pihak kontraktor PT Lestari Sarana Mandiri Bengkulu yang diselenggarakan oleh  dinas PUPR provinsi.

Siring Pemasangan Batu Jalan Inpres Tanah rekah – Sp IV Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko

Proyek Jalan hotmix di Desa Tanah Rekah, Desa Tanah harapan dan menyambung di Desa Setia Budi Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu saat ini, diduga dikerjakan tidak berkualitas. Pasalnya, terlihat ada aspal yang telah retak, dan Siring bahu jalan sudah rontok dan hancur, dan tidak Adak pemeliharaan terhadap pohon pohon yang tumbuh di bahu jalan. Pekerjaan Perbaikan Jalan Ruas Tanah Rekah – SP.IV Teras Terunjam Tanggal Kontrak 07 Agustus – 31 Desember 2023 Nilai Kontrak Rp 17.100.110.000, E Katalog Paket 2 dan E Katalog Paket 2 Tanggal Kontrak 1 Agustus – 31 Desember dengan nilai kontrak Rp. 39.971.667.000 Sumber Dana APBN 2023 yang dikerjakan oleh PT Lestari Sarana Mandiri Bengkulu.

Baru satu tahun dikerjakan siring bahu jalan sudah terlihat hancur di Desa Tanah Harapan.
Bangunan siring bahu jalan dari dana inpres yang dikerjakan oleh PT Lestari Sarana Mandiri Bengkulu di duga di kerjakan asal jadi.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Mukomuko Salman Alfaris menduga, jika pekerjaan yang dilakukan oleh Kontraktor itu hanya mengutamakan keuntungan dari kualitas, menurut dia, Jalan Inpres tersebut dimana status bangunan siring bahu jalan ini sudah rusak parah padahal baru berumur kurang lebih satu tahun

“Hampir sepanjang siring bahu jalan sudah rusak parah dan belum ada pemeliharaan dari pihak Kontraktor”jelasnya, Senin (3/01/2025).

Siring bahu jalan tahun anggaran dari 2023 dari anggaran Jalan Inpres lalu, dia menjelaskan, kondisi siring bahu jalan sudah rusak parah, apalagi ditambah dengan musim penghujan.

“kita berharap kepada Dinas yang terkait, dapat meninjau ulang bangunan tahun anggaran 2023 yang lalu, dan mengecek langsung bangunan siring bahu jalan tersebut, dan diduga ada unsur kontraktor untuk memperkaya diri,” jelasnya.(Zul)

Pos terkait