Sidak Bupati Diabaikan, RSUD Mukomuko Disorot: Pasien Darurat Melahirkan Batal Jalani Operasi

RSUD Mukomuko disorot, Pasien Darurat Melahirkan Batal Jalani Operasi

Mukomuko|| ISBCenter.com – Lagi, layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko menuai kritik. Bikin agal paham, batalkan operasi caesar pasien darurat melahirkan dengan alasan stok abat kosong.

Kejadian ini dialami oleh pasien atas nama Maya. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Desa Pernyah, Kecamatan Teramang Jaya, Mukomuko.

Maya didampingi Andre, suaminya mendatangi RSUD Mukomuko pada Senin, 27 Juli 2026, sekitar pukul 11.30 WIB, siang.

Maya mendaftar berobat dan mulai mendapatkan pelayanan kesehatan di ruang VIV Anggrek RSUD Mukomuko sekitar pukul 14.00 WIB.

Dari ruang perawatan itu, Maya menunggu jadwal operasi Caesar sesuai dengan yang telah direncanakan tim medis RSUD Mukomuko.

Sesuai rencana, Maya akan menjalani operasi Caesar untuk melahirkan anak keduanya sekitar pukul 23.00 WIB, malam itu.

Naas, setelah waktu operasi tiba, dan pasien sudah ganti baju, serta petugas sudah Bersiap mengambil tindakan, pihak rumah sakit secara tiba-tiba membatalkan penyelanggaraan operasi Caesar, Maya.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak keluarga pasien, batalnya operasi Caesar dengan alasan stok obat bius kosong. Sehingga pihak rumah sakit tidak dapat melanjutkan layanan operasi Caesar. Mirisnya, kondisi fisik Maya semakin melemah.

Menariknya lagi, pihak petugas rumah sakit malam itu menyarankan pasien untuk dirujuk ke Padang atau Kota Bengkulu.

”Apa kami tidak panik, kondisi Maya semakin melemah, tiba-tiba operasi batal. Semuanya sudah siap, petugas juga, tiba-tiba batal karena ada informasi obat bius kosong,” kata Mulyatim, kakak pasien.

Senada disampaikan Andre, suami pasien. Pihaknya kesal setelah proses operasi dibatalkan hanya karena obat bius kosong.

”Informasi diketahui obat bius kosong ini baru disaat detik-detik operasi digelar. Apa yang kami tidak jantungan jadinya. Yang jelas kami kecewa berat,” sesal Andre, diamini Yayan.

Andre bersama keluarganya meminta kinerja sistem layanan pihak manajemen RSUD Mukomuko dievaluasi.

”Cukup kami yang mengalami kejadian pahit ini, jangan sampai terjadi lagi pada pasien berikutnya,” pintanya.

Selanjutnya, pihak keluarga memutuskan Maya dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Sekitar pukul 00.30 WIB, Selasa dini hari, Maya berhasil menjalani operasi Caesar di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Al Barra, di Desa Ujung Padang, Mukomuko.

Dikonfirmasi, Direktur RSUD Mukomuko, Darmono mengaku belum mengetahui peristiwa tersebut. Ia menyebutkan belum ada laporan mengenai masalah tersebut dari jajarannya.

”Belum ada laporan perihal itu. Saya belum tahu bagaimana kejadiannya,” kata Darmono, Selasa, 28 Juli 2026.

Darmono juga belum mengetahui lebih jauh mengenai persedian obat bius di rumah sakit, sehingga mengakibatkan batalnya operasi Caesar pasien melahirkan.

”Sepertinya ada miskomunikasi dimanajemen. Ini murni kesalahannya dimanajemen,” katanya.

Darmono berjanji akan memanggil semua pihak terkait perihal lalainya pelayanan terhadap pasien melahirkan tersebut.

”Ini segera saya tindaklanjuti, dan akan saya panggil, apa yang terjadi malam itu,” kata Darmono..(Zul)

Pos terkait