Sulap Limbah Sawit Jadi Cuan, Mahasiswa KUKERTA Desa Sungai Pinang Bekali Warga Keterampilan Bernilai Ekonomi

Sulap Limbah Sawit Jadi Cuan, Mahasiswa KUKERTA Desa Sungai Pinang Bekali Warga Keterampilan Bernilai Ekonomi

Kuansing||ISBCenter.com – Kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya meningkatkan ekonomi masyarakat ditunjukkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Desa Sungai Pinang melalui penyuluhan dan pelatihan pengolahan limbah kelapa sawit di Balai Desa Sungai Pinang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari puluhan warga yang ingin mempelajari cara mengubah limbah sawit menjadi produk bernilai jual. Sebanyak 10 mahasiswa KUKERTA menginisiasi kegiatan yang diikuti sekitar 30 peserta. Selama sehari penuh, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan limbah, tetapi juga dibekali keterampilan praktis yang berpotensi menjadi peluang usaha baru.

Acara dibuka oleh pembawa acara Iklima Wulandari, dilanjutkan doa yang dipimpin Khairi Nugraha. Kepala Desa Sungai Pinang, Martapen, S.Pd., secara resmi membuka kegiatan sekaligus mengapresiasi inisiatif mahasiswa KUKERTA yang menghadirkan program pemberdayaan berbasis potensi desa. Sementara itu, Ketua KUKERTA Desa Sungai Pinang, Alfendika Alditya, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan.

Dalam sambutannya, Martapen berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan keterampilan yang diperoleh agar limbah kelapa sawit dapat diolah menjadi produk kreatif yang mampu memberikan nilai tambah serta meningkatkan pendapatan keluarga.

Memasuki sesi inti, Deri Dozer Karli menyampaikan materi mengenai pengolahan limbah kelapa sawit. Peserta diberikan pemahaman bahwa limbah sawit memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk yang bermanfaat, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi.

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan kerajinan anyaman dari lidi kelapa sawit yang dipandu oleh Ulfa. Suasana semakin interaktif ketika peserta, khususnya ibu-ibu, mencoba langsung membuat anyaman dengan pendampingan seluruh mahasiswa KUKERTA. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang proses pelatihan berlangsung.

Tak hanya mengajarkan cara memproduksi, mahasiswa juga membekali peserta dengan strategi pemasaran. Materi yang disampaikan Maulidya Rakhman memberikan wawasan mengenai cara memperkenalkan dan memasarkan produk hasil olahan limbah agar memiliki daya saing dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Kegiatan ini didukung penuh oleh seluruh panitia KUKERTA, di antaranya Pibia Mahera sebagai bendahara, Aqhila Fadya Haya di bidang administrasi, Kesya Melky Pleruca pada bagian konsumsi, serta Ferdi Daniel Fajar Butar-butar pada bidang publikasi, dokumentasi, dan dekorasi (PDD). Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pengelolaan limbah yang produktif.

Melalui program ini, mahasiswa KUKERTA Desa Sungai Pinang berharap masyarakat mampu mengubah limbah kelapa sawit menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual. Selain berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan, keterampilan tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha baru dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa..(*ped)

Pos terkait