Mukomuko||ISBCenter.com – Balai Benih Ikan (BBI) dan Unit Pembibitan Rakyat (UPR) di Mukomuko menetapkan kenaikan target produksi ikan air tawar dari 7.000 ton menjadi 24.000 ton tahun 2024 ini.

Kenaikan ini bertujuan untuk menjadikan Mukomuko sebagai pemasok utama ikan air tawar seperti ikan Nila, Mujair, Patin, Gurami, Lele, dan Ikan Mas, sehingga Mukomuko tidak hanya dikenal dengan hasil ikan lautnya.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Eddy Aprianto menyatakan peningkatan target ini akan dicapai melalui optimalisasi produksi di BBI dan UPR yang tersebar di wilayah tersebut.
“Target produksi ikan air tawar tahun ini kami naikkan 3.000 ton dibandingkan tahun 2023,” katanya
Untuk mencapai target ini, Pemkab Mukomuko memberikan bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) di 15 kecamatan. Dinas Perikanan telah mengusulkan 139 pokdakan sebagai calon penerima bantuan teknologi bioflok.
“Dari jumlah tersebut, 128 pokdakan adalah pemula yang belum pernah menerima bantuan sebelumnya, sementara 11 pokdakan adalah kelompok mandiri yang masih memerlukan tambahan sarana,” jelasnya.
Pada 18 Juni 2024, BBI telah menyiapkan 50.000 benih ikan air tawar untuk pembudidaya di daerah tersebut. Jika benih ini kurang, UPR yang juga merupakan binaan BBI akan menyediakan tambahan benih.
Selain ikan air tawar, target tangkapan ikan laut oleh nelayan juga meningkat menjadi 23.651 ton, naik dari 23.188 ton pada tahun 2023. Meskipun kenaikan ini hanya dua persen, angka tersebut signifikan dalam meningkatkan ekonomi nelayan lokal.
Eddy menyatakan peningkatan sarana dan prasarana perikanan tangkap seperti mesin tempel dan jaring tangkap ikan sangat membantu masyarakat pesisir.
“Target produksi perikanan tangkap akan terus ditingkatkan setiap tahunnya untuk mendapatkan bantuan lebih dari pemerintah pusat,” tambah Eddy.
Pada tahun 2023, produksi perikanan tangkap di perairan Mukomuko mencapai 24.190 ton, melebihi target yang ditetapkan. Eddy berharap bahwa saat musim ikan nanti, aktivitas nelayan akan meningkat signifikan, sehingga seluruh armada dapat turun ke laut untuk mencari ikan, berbeda dengan kondisi saat cuaca buruk yang menghambat aktivitas nelayan.(*Adv/Zul)










