Tata Kelola Pasar dan Retribusi Parkir Kabupaten Mukomuko Amburadul, Dipicu Penempatan Pejabatnya Tidak Sesuai Disiplin Ilmu

Ijendra Jenata

Mukomuko||ISBCenter.com – Tata kelola pasar Mingguan dan Retribusi Parkir di Kelurahan Koto Jaya Kecamatan Kota Mukomuko simpang siur. Alih-alih meningkatkan PAD justru berbanding terbalik. Padahal potensi pemasukan Pemerintah Mukomuko sangat besar jika di kelola secara tepat dan profesional. Jum’at (7/1/25).

Salah satu kendalanya yakni rekruitmen pejabat kadis berikut jajaran dibawahnya kurang tepat, tidak sesuai kebutuhan sehingga hasil tidak seperti yang diharapkan.

Pasar Mingguan Koto Jaya

Persoalan klasik ini harus menjadi perhatian bagi Bupati Mukomuko yang baru, dan menjadi pekerjaan rumah bagi Bupati Choirul Huda dan Wakil Bupati Rahmadi AB terpilih masa bakti 2025-2030 mendatang.

Peran pasar begitu besar bagi semua kalangan masyarakat di Kota Mukomuko Perputaran ekonomi kelas bawah, menengah menjadi lokomotifnya. Keberlangsungan dan keberpihakan pemerintah menjadi taruhannya. Sampai kapan pengelolaan pasar amburadul?

Fungsi DPRD Mukomuko sebagai lembaga pengawasan pun tidak dijalankan. Buktinya kondisi tata kelola pasar di Kabupaten Mukomuko masih semrawut jauh dari kata layak.

Disisi lain, anggaran miliaran APBD dan APBN dengan digelontorkan untuk pembangunan pasar Koti Jaya, Lubuk Pinang, Lubuk Sanai, Tunggal Jaya, Penarik, Pondok Suguh, gajah Mati, Ipuh, Arga jaya. Namun serapan PAD-nya tidak maksimal. Sehingga jadi beban daerah.

Seperti yang dikeluhkan Pemuda Ijendra Jenata ia menceritakan kondisi Pasar Mingguan Koto Jaya saat ini sangat memperihatinkan karena kondisi sudah tak teratur lagi dan amburadul.
Di singgung Disperindagkop dan UMKM dan Dinas perhubungan kabupaten mukomuko sangat lamban dalam merealisasikan PAD, terlihat di Lokasi Parkir Pasar Koto Jaya, yang terkesan tidak di tangani dengan serius sehingga banyak terdapat parkiran liar dan tidak tertata dengan baik. Begitupun juga dengan kontrol dari dinas perindagkop dan UMKM Mukomuko juga di nilai amburadul.

” Terlihat jelas uang yang di pungut oleh oknum penjaga wc umum tidak tahu kemana arah nya, oleh karena itu saya selaku mengatakan dua dinas terkait tidak mampu menjalankan tugas nya dengan baik maka kami berharap pemerintah daerah secepat mengambil langkah kongkrit sehingga dapat terwujud nawacita pemerintahan yang baik di kabupaten mukomuko ini.” Jelasnya

Di tambahkan beredar informasi bahwa di duga oknum dari tenaga honorer dinas terkait juga memperjual belikan lapak jualan di sekitar pasar juga tak kalah penting nya ada beberapa bangunan yang sangat mengganggu fasilitas umum di dalam lokasi pasar.

Ia pun berharap kepada Pemkab Mukomuko segera buat langkah konkret agar Pasar di kabupaten Mukomuko ini bisa maksimal pendapatan untuk daerah.

“Semoga pihak-pihak terkait segera mewujudkan keinginan untk memaksimalkan PAD,” harapnya.

Semestinya, keberadaan pasar-pasar menjadi sumber PAD jangka panjang, bukan menjadi tempat dihambur-hamburkan nya hasil PAD. (Zul)

Pos terkait