Bengkulu||ISBCenter.com – Mencuatnya dugaan praktik Pungutan Liar (Pungli) dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Bengkulu, menyita perhatian Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.
Terlebih orang nomor satu di Provinsi Bengkulu ini telah mewanti-wanti, jika dugaan itu terbukti maka harus diberikan tindakan tegas.
“Kita sangat menyayangkan jika dugaan praktik Pungli dalam proses PPDB tingkat SMA/SMK di Provinsi Bengkulu sampai terjadi. Untuk itu jika memang ditemukan bukti-bukti yang kuat, kita pastikan bakal mengambil tindakan tegas. Karena secara tidak langsung dugaan itu telah menciderai dunia pendidikan di daerah kita,” kata tegas pada Selasa, (11/7/2023).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Saidirman menyampaikan, terkait dugaan tersebut, masyarakat agar dapat menyampaikan bukti-buktinya. Apalagi ketika ada bukti yang kuat, dipastikan akan tindaklanjuti. Mengingat hal ini menyangkut integritas seorang Kepala Sekolah (Kepsek), jika berani bermain dalam proses PPDB.
“Jika dari bukti itu nantinya memang ada indikasi kuat seorang Kepsek bermain, dipastikan pihaknya bakal mengusulkan untuk diambil sikap sesuai peraturan. Hanya saja sampai dengan saat ini dugaan itukan belum terbukti. kalau memang ada, saya minta masyarakat berani dan tidak segan-segan untuk membukanya,” tegasnya.
Lebih lanjut ditambahkan, terkait dugaan ini pihaknya juga mengkhawatirkan justru ada pihak lain yang memanfaatkan momen PPDB untuk mencari keuntungan. Dalam artian bukan pihak sekolah yang bermain, tapi oknum dari luar.
“Sejak awal kita minta masyarakat yang merasa dirugikan berani buka-bukaan dalam “dugaan ini,” tukasnya..(*Rozi)










