Riau||ISBCenter.com – Polisi tetapkan juru parkir yang melakukan pengeroyokan terhadap pengemudi ojek online sebagai tersangka. Tiga orang tersangka berinisial MA, TR dan MH.
Kapolsek Binawidya Kompol Asep Rahmat mengatakan ketiga tersangka melakukan pengeroyokan dan pengancaman dengan senjata tajam. Ketiga tersangka yang juga satu keluarga ini telah ditahan di Polsek Binawidya.
“Kita melihatnya pengeroyokan satu lawan tiga. Ketiga tersangka ini unsurnya sudah terpenuhi semua dan kami proses lebih lanjut hingga berkoordinasi dengan jaksa,” ujar Kapolsek, Jumat (24/5/2024)
Kapolsek menyebutkan para tersangka ini memang sudah sangat meresahkan. Bahkan dua dari tiga tersangka juru parkir liar.
“Juru parkir resmi yakni tersangka MH, sedangkan dua lainnya juru parkir tidak resmi. Mereka merupakan anaknya yang turut ikut membantu sebagai juru parkir,” jelasnya.
Selain itu, Kapolsek menyebutkan aksi yang dilakukan juru parkir ini termasuk premanisme. Pihaknya menindak tegas aksi premanisme dan berharap masyarakat dapat melaporkan ke pihak kepolisian.
“Kejahatan premanisme tidak dibenarkan dalam bentuk apapun. Apabila ada warga menjadi korban aksi premanisme, jangan takut untuk melaporkan,” imbau Kapolsek.
Sebelumnya, keributan melibatkan pengemudi ojek online dan juru parkir di Jalan HR Subrantas Pekanbaru, Kamis (23/5/2024). Akibatnya driver ojol mengalami luka di bagian kepala.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bery Juana Putra mengatakan keributan terjadi lantaran driver ojol tidak terima dimintai uang parkir hingga akhirnya cekcok. Lalu terjadilah aksi penganiayaan yang dilakukan juru parkir.
“Korban mengambil orderan di salah satu restoran, ketika keluar ditagih uang parkir dan biasanya tidak bayar. Lalu memberikan uang Rp1000 sambil mengatakan jangan meminta uang parkir lagi,” kata Bery.
Mendengar hal itu, rekan juru parkir lainnya membenturkan kepalanya ke arah wajah driver ojol. Tidak hanya sampai di situ saja, pelaku menampar korban dan memanggil rekannya yang lain hingga memukul dengan balok kayu.
“Kemudian juru parkir lain memanggil ayahnya sambil membawa celurit. Para pelaku kemudian menyandarkan tubuh korban dan menempelkan celurit ditubuh korban,” lanjut Bery.(*AY)










