Riau||ISBCenter.com – Tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Islam Riau (UIR) yaitu Assoc. Prof. Dr. Ir. Evizal, ST, M.Eng melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penerapan Sistem Pemantauan Kualitas Air Sungai Siak dan Penyulingan Air Bersih pada Kelompok Masyarakat Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru Riau”.
Ketua tim pelaksana Evizal menjelaskan bahwa Program ini memadukan teknologi pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) dengan sistem penyulingan air multi-tahap, menghadirkan solusi nyata atas tantangan pencemaran air Sungai Siak yang selama ini menjadi sumber air utama warga.
Perangkat sensor dipasang di beberapa titik strategis Sungai Siak untuk mengukur suhu, pH, kekeruhan, dan konduktivitas listrik secara real-time. Data yang terkumpul setiap saat langsung dikirim ke cloud server dan dapat diakses melalui aplikasi web dan ponsel.
“Dengan sistem ini, masyarakat bisa memantau kualitas air sungai secara langsung, sehingga jika terjadi perubahan drastis, mereka bisa segera mengambil langkah antisipasi,” ujarnya.
Selain pemantauan, tim juga memasang unit penyulingan air bersih yang memadukan filtrasi mekanis, karbon aktif, reverse osmosis, dan sterilisasi ultraviolet. Hasil uji laboratorium menunjukkan air hasil penyulingan memenuhi standar Kementerian Kesehatan RI, dengan tingkat kejernihan, rasa, dan bau yang jauh lebih baik dibandingkan air sungai yang diambil langsung. Warga yang mengikuti pelatihan mengaku puas dan kini mampu mengoperasikan serta merawat peralatan secara mandiri.
“Airnya jernih, rasanya segar, dan aman diminum,” kata salah seorang perwakilan kelompok masyarakat setempat.
Pemerintah kelurahan Rumbai Pesisir menyambut baik inisiatif ini. Menurut mereka, program yang melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pemeliharaan berhasil menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi pencemaran.
Model pengabdian berbasis teknologi dan partisipasi warga ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah mewujudkan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-6 mengenai ketersediaan air bersih dan sanitasi.
Terima kasih kami ucapkan kepada Kementrian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (KEMENDIKTIRISTEK) yang sudah memberikan pendanaan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sehingga kegiatan bisa berjalan, diharapkan kegiatan dapat terlaksana sebaik-baiknya. Seterusnya kepada Universitas Islam Riau yang sudah membantu dalam fasilitas kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dengan nomor kontrak: 040/DPPM-UIR/HN-PkM-Batch II/2025.
Ke depan, Universitas Islam Riau berharap program ini dapat diperluas ke wilayah lain yang menghadapi persoalan serupa, sehingga manfaat teknologi dan pemberdayaan masyarakat dapat dirasakan secara lebih luas. (*AY)










