Tinjau Dua Yonif Baru di Riau, Menhan Sjafrie Tegaskan Yonif TP Harus Kuat Tempur dan Dekat Rakyat

Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Provinsi Riau, Kamis (6/8/2026)

Riau||ISBCenter.com – Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau untuk meninjau langsung progres pembangunan dua Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di wilayah Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Kamis (6/8/2026).

Dua satuan yang menjadi fokus peninjauan tersebut adalah Yonif TP 952/Imam Bulqin yang berada di Duri, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis dan Yonif TP 898/Pancalang Cakti di Lipat Kain, Kabupaten Kampar.

Menhan tiba di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru bersama rombongan, di antaranya Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Kabaloghan Marsdya TNI Yusuf Jauhari, serta sejumlah pejabat utama Kemhan dan awak media nasional.

Kedatangan Menhan disambut langsung oleh Pangdam XIX/Tuanku Tambusai beserta jajaran. Turut hadir dalam penyambutan Irdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Totok Sutrisno, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, Kasrem 031/Wira Bima Kolonel Inf Tri Aji Sartono yang mewakili Danrem 031/Wira Bima, Danlanal Dumai Kolonel Laut Kusumaji, dan para pejabat utama Lanud Roesmin Nurjadin.

Setelah menerima penghormatan militer, Menhan bersama rombongan langsung bertolak menuju lokasi pembangunan Yonif untuk melihat progres pembangunan dan kesiapan satuan.

Dalam kunjungan tersebut, Menhan Sjafrie menegaskan bahwa pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pertahanan negara guna menghadapi tantangan masa depan.

“Yonif Teritorial Pembangunan tidak hanya dipersiapkan sebagai satuan tempur yang profesional, tetapi juga sebagai kekuatan yang hadir bersama masyarakat. Prajurit harus memiliki kemampuan bertempur yang andal sekaligus mampu berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan menjaga stabilitas wilayah,” ujar Sjafrie.

Kepada prajurit Yonif TP 952/Imam Bulqin, Menhan juga memberikan penekanan khusus terkait jati diri dan nilai-nilai dasar keprajuritan yang harus dipegang teguh.

“Profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan pengabdian kepada rakyat harus menjadi fondasi utama setiap prajurit dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan kekuatan pertahanan saat ini tidak hanya fokus pada pemenuhan alat utama sistem persenjataan (Alutsista), namun juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesiapan satuan agar adaptif terhadap dinamika ancaman yang terus berkembang..(*ay)

Pos terkait