Ungkap Kematian Relawan MBG Padang Serai, Polresta Bengkulu Lakukan Prarekonstruksi di TKP

Perkembangan kasus dugaan pembunuhan terhadap Indo Melvi Yunandatia, relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) Padang Serai Kota Bengkulu, memasuki tahap prarekonstruksi, Selasa (15/9/2026) sore

Bengkulu||ISBCenter.com – Perkembangan kasus dugaan pembunuhan terhadap Indo Melvi Yunandatia, relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) Padang Serai Kota Bengkulu, memasuki tahap prarekonstruksi.

Kegiatan prarekon atau prarekonstruksi tersebut digelar secara tertutup oleh penyidik Satreskrim Polresta Bengkulu bersama tim Inafis di lokasi kejadian, Selasa (15/9/2026) sore.

Dalam kegiatan itu, penyidik memperagakan sejumlah adegan penting untuk menguji dan mencocokkan keterangan, barang bukti, serta rangkaian dugaan peristiwa di lapangan. Untuk kasus Indo Melvi, prarekon dipusatkan di lokasi ditemukannya jenazah korban.

Prarekonstruksi sendiri merupakan tahapan awal yang berbeda dengan rekonstruksi resmi. Tahapan ini dilakukan penyidik untuk memperjelas peristiwa pidana sebelum disampaikan secara terbuka.

Kasi Humas Polresta Bengkulu Iptu Endang Sudrajat membenarkan adanya kegiatan tersebut. Ia menyebut prarekon dilakukan untuk mengetahui fakta sebenarnya.

“Benar, kemarin Satreskrim melakukan prarekonstruksi di lokasi kejadian. Kegiatan ini untuk mengetahui kejadian sebenarnya yang nantinya akan disampaikan oleh Kapolresta Bengkulu saat press release,” ungkap Endang.

Terkait materi prarekon, kepolisian belum membuka detail adegan yang diperagakan karena masih dalam tahap pendalaman penyidik.

“Prarekon dilakukan di lokasi kejadian ditemukannya mayat. Ada beberapa kegiatan ataupun adegan-adegan penting yang dilakukan, yang saat ini masih belum bisa kami sampaikan karena masih didalami oleh pihak penyidik,” jelasnya.

Dalam prarekon tersebut, penyidik menelusuri rangkaian dugaan pertemuan antara korban dengan terduga pelaku berinisial RU hingga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Hasil prarekon diharapkan dapat memperjelas rangkaian peristiwa penyebab kematian korban.

Sementara itu, kronologi dugaan kejadian yang masih didalami bermula saat Indo Melvi berangkat dari rumahnya di kawasan Riak Siabun menuju tempat kerja di SPPG Padang Serai pada Senin dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Di perjalanan, korban diduga bertemu dengan RU yang merupakan rekan kerja dan juga terduga pelaku. Saat itu RU disebut sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari SPPG untuk berganti pakaian sebelum kembali bekerja, namun sepeda motor yang dikendarainya mengalami kerusakan dan berhenti di tepi jalan.

Karena saling mengenal sebagai rekan kerja, korban berhenti dan menghampiri RU. Setelah mengetahui motor RU rusak, korban membantu mengantarkan sepeda motor tersebut ke rumah RU.

Setelah motor RU tiba di rumah, keduanya disebut kembali menuju SPPG Padang Serai dengan menggunakan sepeda motor milik korban.

Dugaan kekerasan disebut terjadi dalam perjalanan kembali tersebut. Posisi Indo Melvi sebagai pengendara, sementara RU sebagai penumpang di belakang. Saat korban mengendarai motor, RU diduga membekap bagian wajah, hidung, dan mulut korban menggunakan kedua tangannya dari arah belakang.

Tindakan itu diduga membuat korban kesulitan bernapas dan kehilangan kendali atas sepeda motor hingga terjatuh. Setelah kendaraan terjatuh, dugaan kekerasan tersebut disebut masih berlanjut hingga korban tidak lagi bergerak.

Seluruh rangkaian kronologi tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik, termasuk soal motif dan peran terduga pelaku yang harus dibuktikan melalui alat bukti yang sah.

Dalam dugaan yang beredar, setelah korban tidak bergerak, RU disebut membawa tubuh korban ke tepi sungai dan memasukkannya ke dalam sungai dengan batu yang ditempatkan di dalam bajunya sebagai pemberat agar tubuh korban tidak mengapung. Informasi ini menjadi salah satu bagian penting yang didalami penyidik untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh..(*rz)

Pos terkait