Mukomuko||ISBCenter.com – Di tengah menyempitnya ruang fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) memantapkan komitmen untuk menggalang skema creative financing melalui Forum Kolaborasi Multi Pihak. Komitmen tersebut diwujudkan untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan dengan pola gotong royong.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Bapperida memantapkan komitmennya untuk terus menggali skema creative financing guna melaksanakan pembangunan berkelanjutan di tengah tantangan ruang fiskal yang menyempit akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Dengan kolaborasi multi pihak yang melibatkan dunia usaha, lembaga perbankan, BAZNAS, serta pemangku kepentingan lainnya, beberapa program pembangunan yang berdampak luas bagi kebutuhan masyarakat dapat dilaksanakan dengan pola gotong royong, karena pembangunan bukan hanya tugas dan tanggung jawab pemerintah semata.
Komitmen kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Forum Kolaborasi Multi Pihak yang dilaksanakan di Balai Daerah Kabupaten Mukomuko, Selasa (07/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Mukomuko, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, seluruh pimpinan perangkat daerah, perwakilan dunia usaha, BAZNAS, dan perbankan.
Bupati Mukomuko, H. Choirul Huda, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran perusahaan dalam menjaga investasi melalui program bina lingkungan.
“Bina lingkungan sangat diperlukan dari pihak swasta agar investasi terjaga dengan baik. Bina lingkungan itu diwujudkan dengan sikap saling memahami, mengerti, dan menumbuhkan simbiosis mutualisme antara perusahaan dengan masyarakat sekitar,” ujar Bupati.
Ia mencontohkan, ketika ada jalan rusak, jembatan rusak, maupun kegiatan sosial kepemudaan dan keagamaan, perusahaan diharapkan hadir bergotong royong membantu fasilitas sarana prasarana yang dibutuhkan masyarakat sekitar.
“Itu bagian dari konsep creative financing untuk pembangunan berkelanjutan. Program-program di desa penyangga, idealnya perusahaan ikut membantu pemerintah dengan semangat gotong royong,” tegas H. Choirul Huda.
Pada kesempatan yang sama, pihak swasta PT. Alno Agro Utama melalui Bapak Zainal menyampaikan komitmennya untuk terus membantu masyarakat sekitar perusahaan dengan program-program yang selaras dengan prioritas daerah.
“Kami sangat mendukung skema creative financing ini dan kami sangat apresiasi,” ujar Zainal.
Hal senada disampaikan perwakilan PT. Agro Muko, Bapak Syahrul, yang juga menyatakan dukungan penuh terhadap pola pembangunan kolaboratif tersebut.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Mukomuko, Singgih Pramono, di sela-sela acara menyampaikan bahwa konsep creative financing merupakan terobosan yang dilakukan Pemkab Mukomuko di tengah ruang fiskal yang menyempit.
“Untuk mewujudkan akuntabilitas tata kelola creative financing ini, kami juga menyiapkan aplikasi digital SI CERDAS yang kami arahkan untuk pembangunan rendah karbon di Kabupaten Mukomuko. Sehingga tata kelola creative financing dengan memberdayakan CSR ini dapat diakses secara luas oleh publik secara real time dan dapat dipertanggungjawabkan transparansinya,” jelas Singgih.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak swasta yang sudah mensupport skema creative financing dengan memberdayakan CSR dan aset lainnya untuk mewujudkan pola pelaksanaan pembangunan gotong royong di tengah masyarakat kita,” pungkasnya..(*zul)










