Mukomuko||ISBCenter.com – Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyiapkan anggaran Rp800 juta untuk menggelar ajang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-VII tingkat kabupaten di daerah setempat selama tiga hari pada 19-21 November 2025.
Anggaran sebesar Rp800 juta dari APBD 2025 untuk reward atau penghargaan bagi peserta terbaik dalam ajang MTQ ini.
Pemerintah daerah menggelar MTQ tingkat kabupaten yang diikuti oleh peserta dari 15 kecamatan daerah ini guna melihat kompetensi para peserta dan tolak ukur untuk mengikuti MTQ tingkat provinsi.
Sedangkan para peserta dalam ajang MTQ tingkat kabupaten ini sama dengan peserta MTQ tahun sebelumnya terdiri atas anak-anak, remaja, dan dewasa.
Dalam kegiatan MTQ ini ada 10 cabang lomba tersebut terdiri atas cabang Tilawah dan Qiroat Al’quran, cabang Tartil dan Tilawah Anak-anak, cabang seni Kaligrafi Al’quran, cabang Syarh Qur’an, cabang Fahm Qur’an, cabang hafalan Al-Quran 1 juz dan 5 juz.
Kemudian untuk tambahannya cabang hafalan Al-Quran 10 juz dan 20 juz, cabang Tafsir dan hafalan Al-Quran 30 Juz, dan cabang karya ilmiah Alquran, cabang Musabaqah Al-Quran.
Namun jadi sorotan serius dari Ketua LSM National Corruption Watch (NCW) Mukomuko Zlatan Asikin menilai, dan laporan dari kafilah, dengan anggaran sebesar itu selama tiga hari acara tersebut banyak mengecewakan. Panitia kurang siap Jadwal lokasi pawai berubah rubah dan saat pelepasan pawai, kafilah belum lengkap sudah jalan masing masing dan banyak peserta yang justru berada di masjid Muhammadiyah Mukomuko sesuai jadwal pertama.
Sedangkan anggaran untuk memberangkatkan kafilah dari masing masing kecamatan juga tidak ada.
” Dari hasil laporan yang kami terima Kafilah hanya di fasilitasi kamar penginapan dan makan, satu kamar diisi 7 sampai 8, serta sampai 16 kafilah sehingga banyak dari kecamatan yang membayar kamar sendiri.” Terangnya
Sedangkan Penyambutan kafilah di masjid agung Baitul Huda juga tidak ada panitia yang mengarahkan dan Snack juga banyak undangan yang tidak mendapatkan.
Turut menanggapi polemik ini. Zlatan asikin menjelaskan melihat berita sebelumnya yang dikatakan oleh Kabag Administrasi Kesra Sekretariat Pemerintah Kabupaten Mukomuko Amri Kurniadi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 800 juta untuk kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Kecamatan. Sementara terkait anggaran untuk keberangkatan kafilah dari setiap kecamatan hanya memakai swadaya masing masing kepala kafilah.
“Jika berbicara tentang besaran anggaran, memang tidak ada patokan khusus. Namun, seorang pemimpin yang memiliki kebijaksanaan dan integritas tentu akan mengalokasikan dana secara lebih proporsional agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat, namun yang terjadi terhadap kafilah dari segi makan minum kafilah pertama di kasih 2 kali, namun hari kedua di kasih 3 kali, sedang kan hari ketiga 2 kali. Serta untuk penginapan atau hotel untuk kafilah ada 7, 8 sampai 16 kafilah dalam satu kamar. ” ujarnya(Zul)










