Artikel|| ISBCenter.com – Kehidupan orang percaya adalah pertandingan iman. Kata Yunani agōn berarti pergumulan atau perjuangan, sedangkan nikaō berarti menang. Kita tidak berperang secara duniawi, karena senjata kita berasal dari Allah (2 Korintus 10:3–4). Musuh utama kita bukan manusia, tetapi dosa, pencobaan, keraguan, keinginan daging, dan kuasa kegelapan (Efesus 6:12).
Tiga Pertandingan Iman
1. Melawan diri sendiri
Kita berjuang melawan keinginan daging, ego, emosi, dan kecenderungan untuk berbuat dosa (Roma 7:22–23). Kemenangan dimulai ketika kita mampu menundukkan diri dan memilih kehendak Tuhan.2. Mempertahankan iman
Iman diuji melalui masalah, penderitaan, tekanan hidup, godaan materi, popularitas, dan berbagai ajaran yang menjauhkan kita dari Kristus (Filipi 1:30). Menang berarti tetap percaya kepada Tuhan meskipun keadaan tidak sesuai harapan.3. Tekun dalam doa dan kebenaran
Kita dipanggil untuk berjaga-jaga, tekun berdoa, dan tetap hidup dalam kebenaran (Efesus 6:18). Doa menguatkan hubungan dengan Tuhan, sedangkan firman membimbing kita tetap berada di jalan-Nya.
Belajar dari Para Pemenang
Daud mengajarkan bahwa kemenangan berasal dari Tuhan (1 Samuel 17:47). Paulus mengajarkan untuk terus berjuang sampai menyelesaikan perlombaan (2 Timotius 4:7). Yesus Kristus menunjukkan bahwa kemenangan sejati lahir dari kasih, pengorbanan, dan ketaatan sampai akhir (Ibrani 12:2).
Oleh karena itu, andalkan Tuhan, tetap setia, gunakan senjata rohani—doa, iman, firman, kebenaran dan kasih—serta terus memandang kepada Yesus. Kita mungkin jatuh dan lelah, tapi jangan menyerah. Kita menang bukan karena kita hebat, melainkan karena Kristus telah menang. “Berdirilah teguh, jangan goyah, selalulah tekun dalam pekerjaan Tuhan” (1 Korintus 15:58).
Tetap bertanding. Tetap beriman. Tetap setia sampai garis akhir. Amin.
Ps. Yusak,, S.Th
Penulis










