Riau||ISBCenter.com – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatera menunjukkan tren peningkatan tajam. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Pekanbaru mencatat total titik panas atau hotspot hingga pukul 17.00 WIB telah mencapai 1.225 titik yang tersebar di berbagai provinsi.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Indah DN, menyebutkan Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan sebaran hotspot terbanyak, yakni mencapai 799 titik. Lonjakan ini jauh meninggalkan provinsi lain dan mengindikasikan aktivitas karhutla yang masif di wilayah tersebut.
“Selain Sumatera Selatan, Provinsi Riau dan Jambi juga mencatatkan angka yang cukup signifikan. Jambi terpantau memiliki 99 titik panas, sedangkan Provinsi Riau berada di urutan kedua terbesar di Sumatera dengan total 117 titik panas yang tersebar di belasan wilayah kabupaten dan kota,” ujar Indah Selasa (8/9/2026).
Di Riau sendiri, konsentrasi hotspot terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hulu dengan 48 titik, diikuti Kabupaten Siak 22 titik dan Kabupaten Indragiri Hilir 15 titik. Satgas darat dan udara diminta meningkatkan kewaspadaan di tiga wilayah tersebut.
Sebaran hotspot di wilayah Riau lainnya terpantau dalam skala lebih kecil namun tetap perlu diantisipasi.
“BMKG mencatat Kabupaten Bengkalis memiliki 10 titik, Kota Dumai 8 titik, serta Kabupaten Kuantan Singingi dan Pelalawan masing-masing terdeteksi sebanyak 4 titik panas,” kata Indah.
Tambahannya, Kabupaten Rokan Hilir tercatat 3 titik, Kabupaten Kampar dan Siak masing-masing 2 titik, serta Kabupaten Kepulauan Meranti 1 titik. Data ini menegaskan ancaman karhutla kini hampir merata di seluruh Riau.
Dampaknya sudah mulai dirasakan. Data jarak pandang (visibility) pukul 16.00 WIB menunjukkan kabut asap menyelimuti Pekanbaru, Rengat, Pelalawan, dan Tambang dengan jarak pandang terbatas hanya 5 kilometer.
BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan koordinasi dan langkah pencegahan karhutla agar kondisi tidak semakin memburuk.
“Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan guna mencegah memperburuk kondisi paparan asap yang kini mulai menyelimuti permukiman,” tegasnya..(*ay)










