Riau||ISBCenter.com – Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah kolaboratif untuk menangani kerusakan jalan provinsi pada ruas Mahato (Batas Kabupaten Rokan Hilir) – Simpang Manggala. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Perbaikan Kerusakan Jalan yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto di Kantor Gubernur Riau, Selasa (21/7).
Rapat tersebut secara khusus mengundang sejumlah perusahaan yang beroperasi dan memanfaatkan ruas jalan tersebut, mengingat kondisinya yang semakin memprihatinkan dan mengganggu aktivitas warga maupun distribusi perusahaan.
Plt Gubernur Riau menegaskan, perbaikan ruas Mahato – Simpang Manggala tidak bisa ditunda karena banyak titik jalan berlubang yang menghambat mobilitas.
“Kita mengundang rekan-rekan perusahaan yang ada di sekitar ruas jalan Dalu-Dalu hingga Simpang Manggala untuk berkolaborasi. Kita berharap kondisi ruas ini harus baik karena masih banyak jalan berlubang, sementara kondisi fiskal pemerintah daerah saat ini cukup berat untuk memperbaiki jalan ini hingga benar-benar mantap,” ujar SF Hariyanto.
Ia mengungkapkan, Pemprov Riau sebenarnya telah mengalokasikan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit untuk perbaikan sekitar 8,7 kilometer. Namun masih tersisa sekitar 27 kilometer yang membutuhkan penanganan, sehingga butuh dukungan pihak swasta.
“Kita berharap ada koordinasi dan kolaborasi dengan perusahaan. Jangan hanya mengharapkan pemerintah, karena kondisi ini membutuhkan kerja sama dan kontribusi semua pihak,” katanya.
SF Hariyanto meluruskan, Pemprov Riau tidak menerima setoran dana dari perusahaan untuk perbaikan jalan tersebut. Peran pemerintah hanya melakukan pengawasan dan memberikan spesifikasi teknis agar kualitas pekerjaan sesuai standar.
Selain perbaikan fisik jalan, SF Hariyanto juga meminta komitmen perusahaan untuk menggunakan kendaraan operasional berpelat BM. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kontribusi nyata bagi daerah, karena pajak kendaraan akan kembali untuk pembangunan infrastruktur.
“Kami menghimbau agar para pengusaha menggunakan pelat BM sebagai bentuk kerja sama dalam perbaikan jalan. Setoran pajaknya akan kembali untuk memperbaiki jalan,” ungkapnya.
Menurutnya, kolaborasi menjadi solusi paling realistis di tengah keterbatasan fiskal daerah. Jika dibiarkan, kerusakan jalan yang kian parah berpotensi memutus akses dan merugikan semua pihak.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR PKPP Riau Zulfahmi menjelaskan, total panjang ruas Jalan Mahato – Simpang Manggala mencapai 80,65 kilometer. Kerusakan yang terjadi saat ini berdampak langsung pada kelancaran aktivitas masyarakat dan operasional perusahaan.
“Pada musim hujan banyak kendaraan perusahaan yang terperosok maupun terpuruk karena kondisi jalan. Kendaraan sering tersangkut sehingga mobilitas terganggu dan masyarakat pun menyampaikan banyak keluhan akibat kemacetan yang terjadi,” jelas Zulfahmi.
Berdasarkan data Dinas PUPR, kerusakan berat dengan luas di atas 30 persen tercatat sepanjang 8.450 meter, sedangkan kerusakan sedang dengan tingkat 10 hingga 30 persen sepanjang 27.250 meter yang membutuhkan penanganan segera secara bersama-sama..(*ay)










