Bengkulu||ISBCenter.com – Festival Tabut 2026 dipastikan kembali digelar lebih meriah. Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan 250 ribu wisatawan memadati event budaya tahunan ini yang akan berlangsung 16–26 Juni 2026.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menyebut target tersebut optimistis tercapai dengan kolaborasi semua pihak. Menurutnya, Festival Tabut bukan sekadar seremoni budaya, tapi momentum menggerakkan pariwisata dan ekonomi daerah.
“Semua harus sinergi. Kita pastikan Tabut 2026 aman, tertib, sukses, dan berdampak langsung ke masyarakat. Ini wajah budaya Bengkulu di mata Indonesia dan dunia,” ujar Herwan saat memimpin rapat persiapan di Bengkulu, Senin (9/6).
Target 250 ribu pengunjung ini menyasar semua kalangan usia, termasuk turis mancanegara. Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa jadi pasar utama yang dibidik Pemprov tahun ini.
Untuk itu, rapat persiapan sudah membahas detail teknis. Mulai dari rekayasa lalu lintas, keamanan, hingga kurasi dan penataan untuk 500 UMKM dan pelaku ekraf yang akan terlibat. Total lebih dari 1.000 tenaga kerja dan 3.000 seniman-budayawan juga akan dilibatkan.
Dari sisi ekonomi, Pemprov memproyeksikan perputaran uang selama 10 hari festival tembus Rp25 miliar. Angka ini diharapkan mengalir ke hotel, transportasi, kuliner, suvenir, hingga jasa pendukung lain.
Selama 16–26 Juni 2026, pengunjung akan disuguhi rangkaian ritual Tabut yang kental nuansa sejarah dan religi, pertunjukan seni daerah, hingga bazar UMKM dan pameran produk ekraf khas Bengkulu.
Festival Tabut sendiri merupakan tradisi masyarakat Bengkulu untuk memperingati Tahun Baru Islam, khususnya 1–10 Muharram. Tradisi yang diwariskan turun-temurun ini sudah berkembang jadi event wisata budaya nasional.
Sejak 2018, Festival Tabut resmi masuk Karisma Event Nusantara (KEN) dari Kemenparekraf karena dinilai punya nilai budaya kuat dan efek berganda besar bagi daerah.
Pemprov berharap Festival Tabut 2026 makin mengukuhkan Bengkulu sebagai destinasi wisata budaya unggulan.
“Targetnya dobel. Lestari budayanya, tumbuh ekonominya,” tutup Herwan..(2b)










