Jawa Timur || ISBCenter.com- Tragedi kerusuhan pada laga Arema vs Persebaya pekan ke 11 Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur mengejutkan Indonesia bahkan Dunia, pasalnya 127 korban jiwa dan 188 Korban luka-luka yang harus dibayar pada laga bertajuk Derby Jawa Timur pada Sabtu malam tersebut melampaui tragedi Hillsborough yang terkenal di seantero dunia. (01/10/2022)
Laga Sepak bola BRI Liga 1 yang mempertemukan Arema FC dengan Persebaya Surabaya berakhir dengan skor 2-3, Insiden tersebut bermula setelah peluit panjang dibunyikan wasit, terlihat banyak suporter tuan rumah atau Aremania merangsek masuk ke dalam lapangan karena tidak puas dengan kekalahan tim mereka 3-2 dari rivalnya di Jawa Timur yaitu Persebaya.
Arema FC yang memiliki Sporter setia, beberapa oknumnya melakukan aksi kurang terpuji setelah menyaksikan tim kesayangannya harus menelan kekalahan 2-3 dari rival abadinya Persebaya. Kondisi kian tak terkendali, polisi pun menembakkan gas air mata bertujuan untuk memukul mundur sporter yang akan melakukan tindakan rusuh di lapangan.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengungkapkan penyebab besarnya jumlah korban meninggal dunia adalah penumpukan sport kedua belah pihak, Kapolda menyebut banyaknya korban karena penumpukan massa di dalam stadion. Kapolda Jawa Timur juga menyampaikan dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Minggu pagi telah meninggal 127 orang dan 2 di antaranya adalah anggota Polri yang sedang bertugas mengamankan pertandingan.
Ditambahkan oleh Nico bahwa sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.
Menurutnya, hingga saat ini terdapat kurang lebih 188 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut, Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.
“Telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri,” ujar Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta kepada wartawan di Polres Malang.
(**Renald Ayubi)










