Bengkulu Selatan||ISBCenter.com – Suasana Desa Jeranglah Tinggi, Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan mendadak heboh. Seorang calon Kepala Desa Pengganti Antarwaktu (PAW) menjadi korban penusukan pada Jumat malam, 4 September 2026.
Insiden berdarah itu terjadi sekitar pukul 22.28 WIB. Korban diketahui bernama Pindri, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Desa Jeranglah Tinggi dan kini kembali maju sebagai calon dalam pemilihan Kades PAW.
Akibat serangan tersebut, korban menderita luka yang diduga berasal dari senjata tajam hingga bersimbah darah. Warga kemudian melarikan korban ke RSUD Hasnuddin Damrah Manna untuk mendapat perawatan intensif di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Dari keterangan warga sekitar, terduga pelaku disebut-sebut masih merupakan warga Desa Jeranglah Tinggi. Namun hingga kini identitas pasti pelaku serta motif di balik penusukan belum terungkap.
Kapolsek Manna, IPDA Edo Ardo, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan laporan dari korban sudah diterima dan saat ini ditangani Polres.
“Benar, ada kejadian tersebut. Korban sudah melaporkan ke Polres Bengkulu Selatan dan selanjutnya akan ditangani Satreskrim,” ujar Edo.
Usai kejadian, Kapolsek mengaku langsung mendatangi Desa Jeranglah Tinggi untuk mengecek kondisi di lapangan. Berdasarkan pemantauan, situasi desa terpantau aman dan kondusif, sementara rumah korban tampak sepi.
Edo mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum buntut dari peristiwa itu. Ia meminta semua pihak tetap tenang serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan desa.
Hingga saat ini, penyidik Satreskrim Polres Bengkulu Selatan masih melakukan pendalaman terkait identitas terduga pelaku dan motif penusukan tersebut..(*1dn)










